RABU, 24 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Peristiwa pencurian ternak sapi di wilayah Polsek Penengahan membuat sejumlah warga melakukan antisipasi dengan melakukan peningkatan keamanan pada siang serta malam hari. Siang hari dilakukan dengan mengawasi gerak gerik orang tak dikenal. 


Salah satu warga Desa Kemukus, Sahno (34) mengaku was-was sapi-sapi yang dimilikinya. Untuk mencegahnya, ia membuat pagar kawat berduri di sekeliling kandang dan menambah pagar kayu. Selain itu ia bersama masyarakat mulai melakukan kerjasama dengan meningkatkan kegiatan ronda dengan peningkatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Sahno mengaku, kejadian pencurian sapi dengan cara disembelih sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2012, tahun 2014 dengan modus pencuri mengambil sapi yang ada di dalam kandang dan membawanya di lokasi yang jauh untuk disembelih. 

Tidak hanya ternak sapi sebagian warga diantaranya di Dusun Sumbersari Desa Pasuruan bahkan pernah mengalami ternak kerbau miliknya di sembelih di area persawahan pada malam hari. Salah satunya Kadiran (46) yang memiliki satu ekor kerbau dan ditemukan disembelih dengan tersisa pada bagian kepala dan kulit.

Peristiwa yang sama terjadi pada pekan ini dengan adanya aksi pencurian ternak sapi dengan cara menyembelih sapi di kebun yang terjadi di Desa Kemukus Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Ternak sapi yang ada di kandang tersebut raib dari kandang dan ditemukan oleh warga sudah dalam kondisi dipotong potong bagian tubuhnya dengan kondisi tersisa kepala. Menurut keterangan warga setempat, sapi tersebut merupakan milik Darmaye, warga Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang yang dipelihara oleh Supri warga Desa Kemukus.

"Saat bangun pemilik mengetahui sapinya tidak ada di kandang dan warga lain menemukannya sudah dalam kondisi disembelih jauh dari kandang,"ungkap Ahmad salah satu warga Kemukus saat ditemui Cendana News, Rabu (24/8/2016).

Sapi yang ditemukan dalam kondisi disembelih ditemukan oleh warga lain, Rasman, yang akan berangkat ke sawah dengan kondisi hanya tinggal jeroan dan kepala yang sudah dalam kondisi berbau. Ia selanjutnya melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwajib untuk dilakukan penyelidikan.

Aksi pencurian ternak sapi diduga karena harga sapi menjelang hari raya Idul Adha mulai merangkak naik di tingkat para penjual ternak. Akibatnya warga mulai was was dan melakukan penjagaan ternak sapi miliknya untuk menghindari sapi dicuri oleh komplotan pencuri. Menghindari hal yang tak diinginkan beberapa warga bahkan memasukkan sapi miliknya ke dalam rumah untuk menghindari pencurian. Sapi baru diletakkan di kandang saat siang hari untuk menghindari pencuri mengambil sapi yang mereka pelihara. Faktor mahalnya harga sapi berkisar harga Rp8juta hingga Rp10juta diduga menjadi penyebab aksi pencurian sapi menimpa warga pemelihara ternak tersebut.

Kepala Pos polisi Tamansari Kecamatan Ketapang, Bripka Nurkholis mengaku telah menghimbau kepada masyarakat yang warganya memiliki ternak sapi, kambing dan kerbau untuk menggiatkan kembali Poskamling. Selama ini kegiatan Poskamling masih dianggap sebagai kegiatan rutin sehingga saat ada kejadian warga kembali menyadari pentingnya ronda malam.

"Keamanan kampung menjadi tugas bersama anggota masyarakat salah satunya dengan menggiatkan ronda malam yang dikenal dengan kegiatan Poskamling dan saya berkeliling untuk mengecek warga yang melakukan kegiatan Poskamling,"ungkap Bripka Nurkholis.


Ia berharap dengan kesadaran masyarakat upaya menjaga keamanan di tengah masyarakat dari tindakan dan aksi kriminalitas bisa dicegah. Sebab selama ini kegiatan Poskamling terbukti efektif mencegah upaya pihak pihak tak bertanggungjawab yang akan melakukan kegiatan kriminalitas. Ia juga telah menghimbau aktifnya kegiatan Poskamling dilakukan saat kondisi aman serta jangan dilakukan hanya setelah ada peristiwa pencurian.

Salah satu warga Desa Kemukus, Sudandi, mengungkapkan kegiatan Poskamling akan digalakkan untuk menghindari adanya aksi pencurian ternak sapi yang terjadi di wilayah tersebut. Sebab menurutnya warga saat ini melakukan ternak sapi untuk investasi jangka panjang sekaligus untuk tabungan di samping usaha lain sebagai petani penanam jagung. Namun akibat aksi komplotan pencuri pemilik sapi yang dicuri mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: