JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Sejumlah keperluan kini telah dipersiakan oleh Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Keperluan yang dimaksud adalah menyiapkan ruang pusat kendali. Pemerintah setempat pun menamainya Pontianak Command Center (PCC).


Menurut Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Y Trisna Ibrahim, nantinya ruang yang dijadikan pusat kendali atau  Pontianak Command Center (PCC) ini berada di sebelah ruangan kerja Walikota Pontianak.

“Ruangan ini akan dilengkapi dengan berbagai perangkat IT yang terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Selain itu ada terkoneksi dengan aplikasi-aplikasi layanan bagi masyarakat yang sudah disiapkan,” ujar  Y Trisna Ibrahim, pada sejumlah wartawan di Kota Pontianak, Jumat (19/8/2016).

Disebutkan, melalui ruang PCC inilah Pemerintah Kota Pontianak bisa melihat. Selain juga bisa memantau seluruh Kota Pontianak dan sekitarnya serta menyelesaikan permasalahan kota.

“Melalui PCC ini juga banyak hal atau konten-konten yang akan dimasukkan untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat. Kami akan mengembangkan sebuah aplikasi yang dinamai e-lawar (laporan warga). Melalui aplikasi yang berbasis android dan iOS ini, warga bisa melaporkan hal-hal berkaitan dengan permasalahan kota,” katanya.

Dijelaskan, terkait layanan atau aplikasi itu adalah warga terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui aplikasi itu. Caranya adalah dengan menggunakan email dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah mendaftar, maka warga bisa menggunakan aplikasi ini dengan memilih tombol sesuai dengan permasalahan yang akan dilaporkan.

“Misalnya seorang warga ingin melaporkan adanya sampah di satu lokasi, cukup menekan tombol ‘sampah’. Kemudian mengirimkan foto di mana sampah itu ada serta memberikan deskripsi. Dalam hitungan detik, laporan itu akan masuk ke dashboard yang ada di ruang PCC dan diterima oleh operator admin. Operator admin yang menerima laporan tersebut, meneruskan laporan warga ke OPD terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan. Oleh operator di OPD Dinas kebersihan akan mengirim petugas ke lapangan,” ujarnya, menjelaskan.

Dikatakan, standar Operasional Prosedur (SOP) harusnya dalam hitungan menit harus sudah ditangani petugas terkait. Petugas selesai mengerjakan tugasnya, kemudian difoto situasi terbaru dan mengirimnya ke dashboard dan dari dashboard akan mengirim ke warga bahwa laporannya sudah ditangani.

“Fungsi Command Center ini juga sebagai pusat integrasi data. Selama ini, sistem-sistem aplikasi yang dibangun OPD masih bersifat sektoral atau berjalan masing-masing. Namun dengan keberadaan Command Center ini nantinya semua data dari berbagai OPD akan terintegrasi. Misalnya BKD perlu NIK pegawai, tinggal mengambil data dari Dukcapil,” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dengan adanya Command Center itu juga dapat memantau kondisi yang rawan dari tindak kejahatan atau kriminal di Kota Pontianak.  Dirinya berjanji akan melakukan integrasi dengan CCTV kepolisian setempat.

“Masih dalam aplikasi, akan disediakan panic button atau tombol panik, yakni tombol yang digunakan saat warga mengalami situasi darurat misalnya menjadi korban tindak kejahatan perampokan atau lainnya,” ucapnya.

Dikatakan, operator akan mengirimkan sinyal secara cepat ke pihak kepolisian sehingga begitu ada kasus kejahatan, polisi bisa bertindak cepat. “PCC ini akan beroperasi 24 jam dengan operator yang bertugas terbagi dua shift. SDM-nya berasal dari aparatur Pemerintah Kota Pontianak yang berlatar pendidikan IT serta dari kalangan profesional dari luar, misalnya dari komunitas penggiat IT dan sebagainya,” ucapnya. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: