JUMAT, 5 JULI 2016

MAUMERE --- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Sikka dalam tahun 2016 akan mendapat dana hibah sebesar 2 miliar rupiah dari pemerintah pusat. Dana tersebut dialokasikan bagi pemasangan 1.500 sambungan rumah.

Kantor PDAM kabupaten Sikka.
Demikian disampaikan kepala PDAM kabupaten Sikka, Ruben Soludale saat ditemui Cendana News, Jumat (5/8/2016) di kantor PDAM Sikka. Dikatakan Ruben, dana tersebut merupakan dana hibah pemerintah pusat sementara LSM Ausaid hanya fasilitator saja.

“Sebenarnya tanpa Ausaid pun kami bisa tapi mereka membantu manajemen dan proses pengawaan di lapangan juga,” ujarnya.

Dijelaskannya, dana hibah dari pusat sebesar 3 miliar rupiah tersebut dipakai untuk membiayai pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah secara gratis. Pengerjaannya akan ditangani pihak ketiga.

Pengerjaannya akan berlangsung di kecamatan Kewapante, Alok, Alok Barat, Alok Timur dan Nita di desa Tilang. Nanti juga sambung Ruben, pemerintah pusat akan turun survei rumah-rumah yang akan mendapatkan bantuan ini.

“Pengerjaan terbagi dalam dua tahap dimana 700 sambungan harus selesai akhir bulan September 2016 sementara sisanya 700 lagi harus selesai akhir Desember 2016,” terangnya.

Terkait pengerjaan dengan dana hibah ini, Ruben mengatakan, dirinya sudah menyampaikan ke BPKP bahwa ada dana hibah dari pusat sebesar 3 miliar rupiah dan pengerjaannya harus melalui proses lelang. BPKP pun menyetujui karena di atas 500 juta rupiah pengerjaannya harus di lelang.

Plt. Direktur PDAM Sikka Ruben Soludale.
“Dari Jakarta juga sudah ada SPK dan meminta agar segera dilakukan pengerjaan namun kami terbentur online sehingga agak terlambat dan sudah disetujui, saat ini sedang memasuki proses lelang,” ungkapnya.

Nanti saat proses pengerjaan beber Ruben, ada petugas PDAM yang berada di lapangan guna mengawasi proses pengerjaan. Ini penting lanjutnya, mengingat mutu barang dan pekerjaan harus sesuai standar. Pekerjaan juga harus tepat waktu.

“Saya minta agar dibuat beberapa kelompok kerja sehingga pengerjaan serentak di masing-masing kecamatan agar waktu pengerjaan tercapai" tegasnya.

Pemerintah pusat papar mantan PNS di kabupaten Ende ini, menghitung dana sebesar 3 miliar rupiah hanya cukup untuk pengerjaan 1.400 sambungan rumah namun pihaknya menghitungnya bisa mencakupi 1.500 sambungan rumah. Pihak pusat pun tidak keberatan dan PDAM Sikka tetap lelang dengan paket pekerjaan 1.500 sambungan baru..

“Jika ditambah dengan 1.500 pelanggan tersebut maka posisi di akhir tahun 2016 jumlah pelanggan PDAM Sikka mencapai 15 ribu pelanggan,” pungkasnya.

Kondisi saat ini ungkap Ruben, kapasitas air masih mencukupi dan masih ada kapasitas cadangan yang belum terpakai. Dengan demikian sebutnya, bila ada pemasangan sambungan baru PDAM Sikka masih tetap melayani karena kapasitasnya masih mencukupi.(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: