JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Sejumlah pedagang hewan kurban di Sleman, saat ini mulai melakukan berbagai persiapan guna menghadapi Idhul Adha. Antara lain kesiapan modal dan persediaan hewan kurban seperti kambing dan sapi. Setidaknya, uang tunai sebesar Rp. 400 Juta harus disiapkan oleh para pedagang.

Pasar Hewan Prambanan-Klaten
Meski Idhul Adha masih tiga pekan lagi, namun transaksi hewan kurban di sejumlah pasar hewan mulai bergairah. Salah satunya di Pasar Hewan Prambanan-Klaten di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun, transaksi jual beli masih didominasi oleh para peternak dan pedagang. Hal ini terjadi karena banyaknya pedagang yang mulai mencari hewan kurban untuk persediaan menghadapi permintaan masyarakat terhadap hewan kurban nanti.

Salah satu pedagang hewan kurban kambing di Pasar Hewan Prambanan-Klaten, Tukiman (47), ditemui Jumat (19/8/2016), mengatakan, harga kambing bligon atau Jawa saat ini masih terhitung murah. Untuk kambing jantan sebesar Rp. 1,7 Juta dan betina Rp. 1,5 Juta. Harga ini, menurutnya, akan naik menjadi Rp. 2 Juta menjelang dua atau satu pekan menjelang Idul Adha. Namun, untuk kambing bligon ukuran besar harganya bisa mencapai lebih dari Rp. 4 Juta.

Dalam satu musim kurban, Tukiman biasa menyiapkan kambing sebanyak lebih dari 350 ekor. Kambing sebanyak itu, diperolehnya dari membeli dari peternak di sejumlah pasar hewan di Prambanan dan Jangkang di Sleman, serta Muntilan di Magelang, Jawa Tengah dan Pasar Srowot di Gondang, Klaten, Jawa Tengah.

Untuk itu, Tukiman pun harus menyiapkan modal uang tunai sekitar Rp. 400 Juta. Uang sebanyak itu diperolehnya dari meminjam di Bank dengan menjaminkan sertifikat sawah dan tanah serta rumah. Dari pengalamannya berdagang hewan kurban jenis kambing, Tukiman mengaku bisa mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp. 30 Juta. 

Tukiman, pedagang hewan kambing

"Tahun kemarin saja, ada delapan ekor kambing saya yang mati, tapi masih bisa untung", katanya.

Namun demikian, untuk tahun ini Tukiman hanya menyiapkan sebanyak 200 ekor kambing. Hal ini karena sejak beberapa tahun terakhir masyarakat lebih banyak yang beralih ke hewan sapi. Karena itu, katanya, saat ini pun harga sapi sudah mulai mengalami sedikit kenaikan. Dari yang semula Rp. 15 Juta, sekarang sudah naik menjadi Rp 15,5 hingga Rp. 16 Juta untuk sapi jenis metal dan limosin.

Meski sapi sekarang ini lebih banyak peminatnya, namun Tukiman enggan beralih ke hewan sapi. Selain modal yang dibutuhkan lebih besar, resikonya juga besar. Kebutuhan kandang untuk menampungnya pun lebih banyak. Karenanya, Tukiman tetap memilih berdagang kambing.

Sementara bagi masyarakat yang hendak membeli hewan kurban, Tukiman menyarankan, sebaiknya bisa lebih awal membelinya, gar harganya bisa lebih murah. 

"Hari ini saya beli kambing di pasar ini 11 ekor, langsung terjual lagi sebanyak 4 ekor. Makanya, beli sekarang mumpung masih murah", pungkasnya. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: