JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Janji Presiden Jokowi membantu mempercepat merealisasikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dengan menggolontorkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) di acara Hari Pers Nasional (HPN) lalu senilai 1,8 triliun sampai sekarang belum terealisasi.


Akibatnya progres pembangunan di kawasan Mandalika belum juga banyak mengalami kemajuan, karena ketersediaan fasilitas pendukung seperti pembangunan infrastruktur jalan, air bersih dan penerangan belum maksimal disediakan.

"Karena itu Pemda NTB berharap kepada Presiden supaya dana PMN senilai 1,8 triliun yang pernah dijanjikan bisa segera direalisasikan" kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah di Mataram, Jum'at (26/8/2016).

Ia mengatakan, akibat belum tersedianya fasilitas pendukung di kawasan Mandalika, ground breking pembangunan sejumlah hotel berbintang yang seharusnya dimulai tahun 2015 tertunda dan rencananya akan mulai dilakukan tahun ini.

Ridwansyah pun berharap, supaya dana PMN yang dijanjikan Presiden akan dicairkan pada 2016 sekarang bisa segera terealisasi, sehingga pembangunan fasilitas pendukung juga bisa dipercepat.

Secara umum pembangunan di kawasan Mandalika sebenarnya telah berjalan, tapi belum maksimal dan sesuai harapan dan itulah salah satu penyebab investor lambat merealisasikan investasinya, karena infrastruktur pendukung sebagai syarat utama belum memadai.

"Mereka (investor) kan berbicara bisnis, bagaimana investor mau membangun, kalau infrastruktur pendukung seperti infrastruktur jalan, air bersihdan penerangan belum tersedia" tutupnya.

Ditambahkan, investor jelas tidak akan mau membangun kalau fasilitas pendukung belum terealisasi dan akan lebih memilih berinvestasi di tempat lain yang fasilitas penduduknya memadai.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: