MINGGU, 28 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Kota Maumere yang diguyur hujan Minggu (28/8/2016) dinihari  sekitar pukul 01.00 WITA membuat  beberapa ruas jalan utama di Kota Maumere masih tergenang air hingga pagi pukul 05.00 WITA. Bukan itu saja, sampah juga menumpuk di sebagian badan jalan utama.

Banjir yang selalu terjadi saat hujan lebat di depan rumah jabatan wakil bupati Sikka
Beberapa warga Kota Maumere yang ditemui Cendana News, Minggu (28/8/2016) siang mengatakan persoalan drainase di Kota Maumere perlu dibenahi. Banyak jalan di Kota Maumere yang tidak dilengkapi drainase dan  hal ini tidak dipikirkan pemerintah Kabupaten Sikka.

“Depan pelabuhan Laurens Say dan jalan negara di perempatan menuju Bandara Frans Seda selalu digenangi air, padahal ini merupakan pintu masuk ke Kota Maumere” ujar Wilibordus Sani.

Dikatakan Wili, persoalan sampah dan drainase merupakan dua masalah utama yang terjadi dan belum mendapat perhtian serius Pemda Sikka. Pemda sebutnya lebih sibuk mengaspal jalan tanpa memperhatikan drainase.

“Coba lihat sendiri kalau banjir, di depan rumah jabatan wakil bupati saja banjir besar selalu terjadi tapi ini tidak pernah diatasi,” sesalnya.

Tumpukan sampah di jalan Achmad Yani Maumere.
Oktavianus Nasu warga kota Maumere lainnya saaat ditemui di Taman Kota Maumere juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, lebih baik pemda Sikka memperhatikan drainase daripada membuat tugu tsunami di taman Kota Maumere senilai 2 miliar lebih.

Dikatakan Nasu, di dalam kota saja drainase tidak terurus apalagi jalan-jalan di kecamatan dan pelosok desa. Hampir semua jalan tidak ada drainase sehingga meskipun baru dikerjakan, setahun kemudian jalan tersebut rusak.

“Hampir semua jalan yang diaspal tidak sampai setahun rusak, air mengalir melewati badan jalan dan merusak lapisan aspal” tuturnya.

Jadi tidak usah heran kata Nasu bila jalan yang mulus sehabis diaspal setahun kemudian rusak kembali. Pemda Sikka harus mengontrol jalan yang dikerjakan, jangan sampai kontraktor asal kerja saja.

“Meski ada drainase dalam item pengerjaan,kontraktor biasanya tidak mengerjakannya dan banyak yang asal kerja saja.Pemerintah hanya cek jalan saja tanpa memperhatikan drainase,” sesalnya.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: