SELASA, 23 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meminta pemerintah daerah setempat memperketat pengawasan realisasi bantuan beras bagi warga miskin (Raskin) supaya tersalurkan dengan benar. Pasalnya jika sampai tidak terealisasi secara benar atau sampai terjadi penyelewengan akan sangat merugikan masyarakat yang ekonominya lemah.

Syaiful Bary, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep.
Realisasi bantuan bagi warga miskin (Raskin) memang perlu diawasi secara ketat, supaya dalam penyalurannya benar-benar berjalan baik, sebab terkadang masih ada saja oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan hal-hal diluar ketentuan yang berlaku. Sehingga realisasi beras bantuan bagi warga miskin tersebut tidak sesuai harapan.

“Raskin itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama warga miskin, maka pengawasannya harus diperketat agar sesuai yang diharapkan oleh penerima. Supaya penyaluran benar-benar berjalan baik, karena itu menyangkut langsung dengan masyarakat yang tidak mampu,” kata Syaiful Bary, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Selasa (23/8/2016).

Disebutkan, bahwa apabila penyaluran bantuan beras bagi warga miskin tersebut dijalankan dengan baik, masyarakat diharapkan melaporkan langsung kepada pihak terkait, agar masalah tersebut ditindaklanjuti. Sebab apabila masyarakat tidak terbuka dalam persoalan Raskin yang tidak disalurkan dengan benar, rasanya sangat sulit untuk tindakan lebih lanjut.

“Jadi masyarakat harus komplain kepada petugas ketika penyaluran bantuan beras bagi warga miskin itu tidak benar. Itu hak masyarakat jangan sampai dijadikan mainan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi ataupun politik di desa,” jelasnya.

Pihaknya berharap tidak ada permainan penyaluran bantuan beras bagi warga miskin di desa, sehingga pemerintah harus serius melakukan pengawasan agar tidak sampai masyarakat miskin yang menjadi korban akibat Raskin tersebut hanya dijadikan bancakan segelintir oknum yang tidak memperhatikan nasib rakyat. Sebab beras tersebut sangat dibutuhkan oleh penerima yang merupakan warga miskin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Makanya penebusannya juga jangan main-main, kalau stok beras sudah ada segera ditebus oleh kepala desa, itu kan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: