SELASA, 23 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sikka akan melakukan penataan kawasan kumuh yang ada di kota Maumere, ibukota kabupaten Sikka. Penataan akan dilakukan secara bertahap dan dimulai dengan pemetaan kawasan yang dianggap kumuh di ibukota kabupaten Sikka. Langkah selanjutnya baru akan dilakukan konsolidasi.


Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera menyebutkan, beberapa kawasan kumuh seperti di kelurahan Kabor, warga  yang bermukim di bagian dalam sulit untuk keluar akibat ketiadaan akses jalan.

“Bila masyarakat merelakan lahannya untuk membangun jalan maka pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarananya,” ujarnya dalam koferensi pers di sela kegiatan sosialisasi dan workshop strategi komunikasi Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Selasa (23/8/2016).

Selain itu, terkait kerapian, rumah-rumah di kawasan kumuh akan ditata dengan baik sehingga ada ruang untuk menanam pohon, sanitasi dan lainnya.

Semuanya akan direncanakan sebagai satu strategi dalam program pembangunan Kotaku. 

“Programnya dimulai tahun 2016 dan berjalan terus, tidak mungkin kita melakukannya dalam setahun karena ini kan butuh biaya besar,” tegasnya.

Terkait drainase atau saluran air, Ansar menyebutkan, grand design nya sudah dibuat dan saat ini tinggal DAD nya. Pemkab Sikka juga sudah mulai melakukan pembangunan di hulunya dan tentu semuanya akan dilakukan bertahap.


Sementara itu, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dalam kesempatan yang sama menyampaikan, salah satu penyebab kawasan kumuh akibat kepadatan pemukiman yang sudah tidak memenuhi standar sehingga perlu dibuka pemukiman baru.

Kota Maumere  telah memiliki jalan lingkar luar dan bila sudah selesai dibangun semuanya maka masyarakat akan diarahkan untuk membangun peumahan di daerah tersebut.

Dengan demikian sambung Rafael, Pemkab Sikka mulai mengalihkan pusat-pusat pertumbuhan perumahan ke kawasan lain sehingga bisa mencegah kepadatan dan kekumuhan.

“Jika pemerintah membuat perencanaan dan anggaran, kami di DPRD Sikka mendukungnya,” tuturnya.

Rafael menambahkan, bila dana memungkinkan DPRD Sikka akan ditambahkan dana bagi kelurahan supaya kebersihan di wilayah kelurahan lebih terjamin.

Tambahan alokasi dana sambunya, guna memperkuat penanganan sampah di komunitas seperti di kelurahan serta di tingkat  RT dan RW.Semuanya akan akan dilihat sesuai prioritas kebutuhan.

“Menjelang tahun politik pilkada 2018 dan pemilu  2019 pasti ada tarik menarik kepentingan tapi pada umumnya kepentingan masyarakat di atas segalanya,” pungkasnya.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: