SENIN, 15 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Bisnis perumahan di NTB, terutama Kota Mataram dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan, tingginya kebutuhan masyarakat akan ketersedian perumahan yang layak dan siap pakai menjadi salah satu penyebabnya.


Meski demikian, dari sekian pengembang yang ada, banyak pengembang yang mengabaikan tanggung jawab sosialnya dengan tidak menyediakan areal pemakaman bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan perumahan.

"Saya kira ini bentuk kecolongan dari Pemkab dan Pemkot di NTB, bagaimana mungkin banyak pengembang tidak menyediakan areal pemakaman bagi warga, harus dipaksa dan ditindak bagi pengembang yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosialnya menyediakan areal lahan pemakaman" kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Senin (15/8/2016).

Menurutnya areal pemakaman merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan warga lingkungan perumahan dan itu wajib ada, kalau areal pemakaman tidak ada, nanti kalau ada yang meninggal mau dikuburkan di mana.

Dikatakan, tidak mungkin warga lingkungan perumahan akan melakukan pemakaman di areal pemakaman warga setempat yang sudah ada, pasti akan ditentang dan itu bisa menimbulkan pertentangan di tengah masyarakat.

"Untuk memastikan para pengembang melaksanakan tanggung jawab sosialnya, selain diperlukan Perda yang secara khusus mengatur hal tersebut, juga diperlukan ada Dinas yang mengurus dan mengelola pemakaman dan pertamanan" ungkapnya.

Selain tanggung jawab sosial menyediakan areal lahan pemakaman, pengembang juga harus menyediakan taman bermain bagi warga lingkungan perumahan sebagai tempat rekreasi.(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: