SENIN, 22 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Hemat biaya, dan cepat. Konsep ituah yang akan diterapkan Pemerintah Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat segera memberlakukan kebijakan tanda tangan digital. Hal tersebut ditujukan untuk mempermudah dan percepat proses pelayanan.


Walikota Pontianak, Sutarmidji menyebutkan, tanda tangan digital dapat digunakan untuk membuktikan keaslian identitas pengirim dari suatu pesan atau penandatangan dari suatu dokumen.

"Tanda tangan digital akan mulai diberlakukan pada dokumen-dokumen yang berlaku secara internal atau dokumen-dokumen lainnya yang mana pihak penerima bersedia menerima tanda tangan digital," ujarnya, pada sejumlah wartawan di Kota Pontianak, Senin (22/8/2016).

Dikatakan, pihaknya akan terapkan beberapa dokumen internal dengan menggunakan tanda tangan digital supaya tidak banyak menggunakan kertas. 

"Sebab selain mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dalam pengarsipannya juga memerlukan ruang yang cukup besar. Penerapan tanda tangan digital masih terbentur aturan yang mengisyaratkan tanda tangan basah. Makanya kita baru memulai dari dokumen-dokumen yang berlaku secara internal atau dokumen-dokumen lainnya yang penerimanya bersedia menerima tanda tangan digital tersebut,” ucapnya.
         
Dirinya mencontohkan, pada surat pengantar misalnya untuk pembuatan KTP atau surat keterangan lainnya dari kelurahan.

"Meminta Izin Mendirikan Bangunan pemutihan juga bisa menerapkan tanda tangan digital. Semua itu dilakukan pihaknya dalam rangka percepatan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Mulai 1 September semua permohonan perizinan harus melalui online, tidak boleh datang lagi ke kantor,” ujarnya.
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: