RABU, 24 AGUSTUS 2016

SOLO --- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia tengah mempersiapkan langkah untuk mengendalikan ketergantungan terhadap impor bawang. Upaya untuk menekan inflasi tersebut diawali dengan meluncurkan program pengembangan  di delapan Kabupaten.


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini kebutuhan bawang putih masih mengandalkan impor dari Tiongkok dan India. Tingginya impor mengakibatkan laju inflasi cukup tinggi di samping komoditi pangan lainnya. 

“Guna menekan Inflasi, kita bersama-sama secara serentak melakukan tanam bawang putih di delapan Kabupaten di Jateng,” ujar Ganjar usai melauncing penanaman bawang secara serenak di Tawangmangu, Rabu (24/8/2016).


Menurutnya, program pengembangan klaster bawang putih di delapan Kabupaten ini diawali dengan penandatanganan MoU antara Kepala Daerah dengan Bank Indonesia. Delapan kabupaten untuk pengembangan bawang putih itu diantaranya Karanganyar, Banjarnegara, Purbalingga, Pekalongan, Batang, Magelang, Tegal dan Temanggung. 

“Program tanam bawang putih serentak diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bawang  putih di Jateng selama 2016-2017 nanti,” terangnya.

Ditambahkan Ganjar, untuk produksi bawang putih di Jawa Tengah menurutnya cukup bagus. Sebab, di Temanggung sudah dilakukan ujicoba dan hasilnya memuaskan, yakni 22,3 ton per hektare. Dengan dilakukan tanam bawang putih di 8 Kabupaten tersebut, diharapkan mampu menghasilkan 300 ton dalam satu kali panen. Jumlah dua kali panen tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di Jawa Tengah.
[Harun Alrosid]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: