RABU, 3 AGUSTUS 2016

BANYUMAS --- Selain sebagai pendamping desa dalam usaha telur asin di kecamatan Kembaran, warga Desa Karang Lewas Kidul Perumahan Mandala Tama, Kecamatan Karang Lewas, Kabupaten Banyumas, Sulistiawati juga menekuninya sebagai pekerjaan.


Dalam kesempatan tanya jawab dengan Cendana News, Sulistiawati memberikan beberapa informasi terkait dengan usaha yang ditekuninya

“Untuk melakukan pembuatan telur asin tersebut perlu melakukan beberapa kali penyortiran agar memiliki kualitas telur yang higienis. Caranya dengan menyortir telor menggunakan lampu telur yang bagus berwarna orange sedangkan untuk kualitas telur yang tidak bagus biasanya ada gelembung udara, titik hitam atau kuningnya hitam besar,“Tutur Sulis, Rabu (3/8/2016).

Disebutkan, hal lain yang sangat penting yakni proses pembuatan sehat yakni dengan mencuci telur sebelum diasinkan. Hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah telur cepat busuk.

"Dalam proses pembuatan telur asin selain penyortiran, pencucian telur perlu dilakukan agar terhindar dari adanya bakteri yang masuk kedalam telur yang sudah diasinkan,"sebutnya.

Setelah itu telur direndam dan direbus menggunakan alat modern selama 4 jam dengan jumlah telur sebanyak 200-300 butir.

“Untuk produksi selama ini satu bulannya 6.000 butir atau 200 butir perhari, untuk penjualan harga konsumen Rp.3.000, untuk pemasaran diwarung harga perbutirnya Rp 2.500, namun semua juga tergantung kemasan,"sebutnya. 

Selain sebagai usahanya dirumah, Sulis juga mempraktekan hal tersebut di wilayah pendampingannya di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas sebagai usaha untuk meningkatkan keterampilan sekaligus upayanya didalam pemberdayaan masyarakat.
[Yusfi Wawan Sepriyadi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: