SENIN, 22 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Pada tahun 2016 ini, pendanaan Mobil Listrik Nasional (Molina) berhenti. Hal tersebut menjadi kendala bagi tim kendaraan listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) guna melakukan pengembangan terhadap prototipe yang sudah ada.


ITB sendiri sudah mengembangkan beberapa varian kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik, seperti mobil perkotaan listrik, angkutan perkotaan listrik, kendaraan konversi angkutan pedesaan dan trike. 

"Pendanaan sekarang kan sudah vakum tahun 2016 ini, jadi untuk pengembangan harus sedikit terhenti," ujar Asisten Peneliti Mobil Listrik ITB, Umar Solahudin, di Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (22/8/2016).

Pihaknya berharap pada tahun 2020 mendatang karya mobil listrik dari ITB bisa dikomersilkan. Hanya saja memang butuh proses pengembangan, dimana akan ada perbaikan-perbaikan agar produknya kian mantap.

Saat ini memang sudah tidak ada kucuran dana dari pemerintah, namun tak lantas membuat pihaknya berhenti mencari inovasi baru. Namun ada satu komponen yang saat ini belum mampu dibuat, yakni baterai.


"Meskipun ada kampus yang mencoba mengembangkan dari awal tapi kita (Indonesia) belum (bisa). karena yang berat untuk mobil listrik di dunia adalah baterai," bebernya.

Menurutnya, peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengembangkan karya anak bangsa, termasuk kendaraan listrik garapan ITB ini. Bagaimanapun, perlu dukungan dana yang besar untuk membuat sebuah kendaraan yang mampu bersaing.

"Supaya kita bisa terus berkembang maka harus ada dana karena produksi itu harus tetap berproduksi cuma disubsidi oleh pemerintah sampai biaya subsidinya itu sudah kompetitif. Jadi harus ada peran serta Pemerintah," katanya.

Dikatakan, harga mobil listrik memang cenderung lebih mahal 10 hingga 15 persen dari harga mobil konvensional. Infrakstruktur di Indonesia pun belum sepenuhnya mendukung untuk penggunaan kendaraan jenis ini. Namun, jika bicara teknologi, ia yakin tahun 2020 nanti banderol mobil listrik akan setara dengan kendaraan berbahan bakar lainnya.

"Kalau dalam ramalan dilihat dari pasarnya tahun 2020 mobil listrik akan sama harganya dengan mobil lainnya. Kita contohnya dilihat dari harga telepon genggam," pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: