JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

KENDARI --- Upaya sinergitas Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani, nelayan dan pelaku usaha kecil menengah, Elfata Institut menggelar kerjasama dengan berbagai pihak mengadakan kegiatan Lokakarya di gedung serba guna Kec. Gu Kab. Buton Tengga Sulawesi Tenggara, Kamis, (4/6/2016).


Kegiatan ini dihadiri sebanyak 180 orang dari pemerintah desa, perangkat desa dan masyarakat setempat, yang bertindak sebagai narasumber Abdul Rahman Faris (pengamat ekonomi nasional), kepala marketing Bank BNI Cabang Kendari, dan kepala bidang usaha kecil menenga dan koperasi Kabupaten Buton Tengga.

Dalam kesempatan kegiatan ini banyaknya masyarakat mengelukan persoalan permodalan, kurangnya pelatihan, stabilitas harga dan kurangnya pasar yang tersedia.

Abdul Rahman Farisi, pengamat ekonomi nasional mengatakan, sinergitas tiga unsur ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan dan pelaku usaha kecil menengah di Sulawesi Tenggara Khususnya Kab. Buton Tengga.

Menurutnya, Bank sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang perbankan untuk menyediakan keuangan agar dipinjamkan kepada masyarakat sehingga para petani, nelaya dan pelaku UKM mendapatkan bantuan permodalan guna memajukan usahanya yang secara langsung akan menaikan pendapatan ekonomi masyarakat, sehingga menguat sistem keuangan bangsa dan langkah nyata pengentasan kemiskinan serta penganguran di Indonesia.

Disamping itu Pemerintah harus proaktif dalam mendorong para pelaku UMKM, perlunya bantuan permodalan dengan syarat tidak memberatkan bagi umkm dan perlu adanya pelatihan dalam aspek kewirausahaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilan dalam pengembangan usaha.

"Selain itu, perlunya sinergitas pemerintah dalam mengatasi masalah petani dan nelayan dengan memberikan penyuluhan agar setiap program bisa dinikmati masyarakat," ujarnya.

Bahkan pemerintah dituntut menciptakan stabilitas harga dengan menentukan harga dasar seberapa rendahnya harga dikenakan pada suatu produk, sehingga harga dasar yang dilakukan pemerintah dapat melindungi hasil atau produk dasar pertanian dan nelayan.


Abdul Rahman Farisi mengatakan, pemerintah juga harus menciptakan pasar agar memudakan masyarakat mejual hasil pertanian maupun hasil laut dengan cara bekerjasama pihak perusahaan, karna masih banyak masyarakat yang mengelukan itu semua seperti petani jagung kuning dan pembudidaya rumput laut,.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Kecil Menenga dan Koperasi Kabupaten Buton Tengga mewakili Pemda mengatakan, dalam upaya peningkatan UMKM, Pemda sendiri sudah membuat regulasi untuk mempermudah parah pelaku usaha dan akan membuat program yang bersentuhan lansung dengan masyarakat.
[Siddiq Muharam]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: