SELASA, 23 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Hari Raya Idhul Adha 1437 Hijriyah yang jatuh pada beberapa pekan ke depan berpengaruh pada meningkatnya pengiriman hewan kurban jenis kambing dan sapi dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.


Dalam sepekan terakhir bahkan pengiriman hewan kambing yang akan digunakan sebagai hewan kurban mencapai 5 mobil yang sebelumnya hanya 3 mobil dalam sepekan. Pengiriman dilakukan menggunakan moda transportasi darat selanjutnya menggunakan transportasi kapal laut.

Salah satu penjual kambing asal kabupaten Pesawaran Lampung, Amin (34) mengaku saat ini permintaan kambing terbanyak berasal dari wilayah Kota Cilegon, Serang yang ada di wilayah Provinsi Banten. Amin mengungkapkan secara umum permintaan kambing untuk hewan kurban sudah sering dipenuhinya berdasarkan pesanan para penjual kambing. Pengiriman rutin dilakukan pada hari biasa dan semakin meningkat saat menjelang hari raya keagaaman diantaranya menjelang

"Kami memliki langganan tetap dari penjual kambing yang ada di wilayah Banten yang membeli dari wilayah Pesawaran untuk dijual kembali di pasar ternak di Banten," ungkap Amin saat ditemui media Cendana News di Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni Lampung, Selasa (23/8/2016).

Amin mengaku, sebelum idul Kurban atau Idhul Adha ia biasa mengirim sebanyak rata-rata 2 kendaraan L300 ternak kambing ke Cilegon. Permintaan yang bisa dipenuhi olehnya sebagai makelar atau perantara jual beli kambing baru permintaan dari wilayah Cilegon karena jaraknya relatif dekat. Dalam sekali pengiriman ia mengaku mengirimkan sebanyak 40 ekor kambing jenis kepleh, kambing jantan lokal, kambing blagor.

Ia mengaku selama ini tetap melakukan pengiriman ternak kambing dalam pulau berdasarkan pesanan meski tidak mengirim ke Cilegon tetapi memenuhi kebutuhan pasar lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya karena memperhitungkan biaya perjalanan menyeberang melalui laut.

Amin mengaku sebelum menyeberang ke Pulau Jawa ia harus melengkapi dokumen karantina hewan serta melengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan Kabupaten asal kambing tersebut. Kambing tersebut umumnya dibeli dari peternak di desa-desa baik yang peternak intensif maupun petani peternak dengan harga rata-rata Rp 2 juta dan dijual di Cilegon mulai harga Rp 3 juta untuk jenis kambing tertentu.


Kambing tersebut dibelinya dari wilayah Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu bahkan hingga ke Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Permintaan semakin meningkat diakuinya menjelang hari Raya Idhul Adha 1437 Hijriyah untuk kebutuhan hewan kurban.

Petugas BKP Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni Ipung saat dikonfirmasi mengakui dua pekan jelang Idhul Adha sudah terjadi kenaikan pengiriman sebanyak 15 persen dibanding hari biasa. Kenaikan tersebut dirata rata dari jumlah kambing dan sapi yang dikirim mencapai di atas 200 ekor perhari sementara saat ini bisa mencapai lebih dari 200 ekor. Peningkatan pengiriman juga terjadi pada ternak lembu atau sapi dari sejumlah peternakan di Lampung yang dikirim ke Jawa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Cendana News, harga hewan kurban menjelang Idhul Adha 1437 Hijriah pada tahun ini naik 10-20 persen dibanding pada tahun 2015 lalu. Harga kambing naik Rp 250 ribu per ekor dan lembu Rp 1 juta-Rp 2,5 juta per ekor. sehingga harga kambing jenis kepleh yang jantan Rp 1,6 juta-Rp 4 juta. Sedangkan harga lembu Rp 12-27 juta per ekor.

Badri salah satu penjual ternak sekligus peternak di Kalianda mengatakan, harga lembu dibedakan dalam tiga kategori, yaitu ukuran kecil bobot 75 kilogram Rp 13 juta per ekor, ukuran sedang 110 kilogram Rp 17 juta per ekor, dan ukuran besar 210 kilogram Rp 27 juta per ekor. Adapun harga kambing untuk bobot 12 kilogram Rp 1,7 juta per ekor, ukuran sedang 16 kilogram Rp 2,5 juta per ekor, dan ukuran besar 20 kilogram Rp 3 juta per ekor.

“Harganya lebih mahal tahun ini karena permintaan pasar meningkat. Tahun lalu yang ukuran kecil masih bisa dijual Rp 10 juta per ekor, sekarang kita jual dengan harga Rp 12 juta hingga Rp 13 juta per ekor,” ungkap Badri.


Sementara itu untuk harga sapi per ekor mulai Rp.12 juta dengan bobot 60 kilogram, dan Rp.22 juta yang berbobot 140-150 kilogram. Sedangkan harga kambing mulai Rp 1,6 juta per ekor yang berbobot 8-9 kilogram, dan Rp.4 juta per ekor berbobot 35 kilogram.

“Apabila ada yang butuh hewan kurban sudah dapat mencarinya dari sekarang, karena harganya kemungkinan setiap minggunya dapat berubah,” pungkas Badri.

Menurutnya, permintaan lembu dan kambing sudah mulai banyak sejak setengah bulan terakhir dan akan terus meningkat mendekati Idhul Adha. Kebutuhan akan kurban meski sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya namun bagi Hamzah diharapkan akan memberi keuntungan dirinya sebagai pelaku bisnis hewan ternak.

Sejumlah tempat penjualan ternak dadakan di wilayah Lampung Selatan mulai banyak terdapat di seputar kota Kalianda, diantaranya di sepanjang tepi jalan protokol dengan mendirikan tenda tenda darurat. Selain memilih tempat strategis beberapa penjual hewan kurban bahkan menawarkan pembelian hewan kurban dengan promo harga tertentu.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: