SABTU, 6 AGUSTUS 2016

BREBES --- Rebana, alat musik tradisional yang banyak dipakai untuk musik irama padang pasir yang sering digunakan pada musik gambus, qasidah dan hadroh. Di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Desa Kaliwadas merupakan desa pengrajin.


Sururi (45) yang merupakan salah satu pengrajin rebana desa Kaliwadas menjalani bisnis sejak 2007, awalnya belajar dari mertuanya yang kemudian setelah melihat pangsa pasar dirinya memutuskan untuk usaha kerajinan rebana turur.

“Sementara wilayah pemasaran saya di Jawa Barat dan DKI itu yang sudah berlangganan,"sebut Sururi kepada jurnalis Cendananews,  Sabtu (6/8/2016).

Dalam satu harinya bisa berproduksi hingga tiga kodi, misalnya satu hari khusus memasang kulitnya atau mengerjakan pembuatan kayunya. 

"Kalau untuk full finishing bisa memakan waktu hingga tiga minggu," jelasnya.

Sementara Sururi hingga kini semua pekerjaannya dilakukan sendiri, sebagai pengrajin, pemilik usaha sekaligus marketingnya.


Selama ini jual untuk satu setnya seharga Rp.350-750 ribu, Untuk harga pasaran bisa mencapai Rp.1.2 Juta satu setnya. Biasanya yang banyak order itu di bulan Mulud. Untuk perbandingan harga dan kualitas biasanya dari kayunya, cat dan juga suara yang sudah di stell.

Allhamdulillah hingga saat ini omset perbulannya bisa sampai Rp.20 juta,“ujarnya
[Yusfi Wawan Sepriyadi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: