JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

BANYUMAS --- Dakrun (54), warga asal desa Krajan Blok 5, RT.05 RW.03, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas melakukan aktivitas sehari-hari sebagai pengrajin keranjang, usaha warisan kedua orang tuanya yang sudah ditekuninya sejak SD kelas 2. Selain sebagai pengrajin keranjang dirinya juga sibuk mnjadi buruh tani, namun hal itu tidak bisa diandalkan karena sifatnya musiman.


"Untungnya saya punya keterampilan membuat keranjang salah satu satunya warisan kedua orang tua” Tutur Dakrun kepada Jurnalis Cendana News saat dijumpai di kediamannya, Jumat (5/8/2016).

Setiap harinya Dakrun memproduksi 4 buah keranjang yang di jual dengan harga Rp.15.000 perbuahnya, Sedangkan harga pasaran keranjang di pasaran sebesar Rp.30.000-40.000.

“Terus terang saja saya sendiri sangat bersyukur memiliki ketrampilan, untuk bahan baku, saya beli dari warga dengan harga Rp.5.000, untuk satu bambu menghasilkan 1-5 keranjang. Allhamdulillah banyak juga yang pesan terutama dari daerah lain seperti Kebumen, Cilengsi dan Lumbir,“jelas Dakrun.

Disebutkan, keinginan untuk mengembangkan usaha dan menjadi mata pencaharian tetap masih terkendala oleh modal. Ia berharap pemerintah setempat dapat menyalurkan bantuan agar dapat membantu mengembangkan usahanya.

“Sebetulnya saya sendiri ingin mengembangkan usaha, hanya saja terbentur dengan modal dan tenaga. Allhamdulilah dari hasil usaha yang saya jalani ini masih dapat menutup kebutuhan keluarga sehari hari. Sejak saya bergelut sebagai pengrajin, saya belum pernah mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah, Harapannya pemerintah memberikan bantuan untuk pengembangan usaha kecil yang selama ini saya jalani,“tutup Dakrun. 
[Yusfi Wawan Sepriyadi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: