RABU, 3 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Penyakit kanker, terutama kanker paru-paru, masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Sementara, 30 Persen kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor resiko perilaku dan pola makan. Lebih dari itu, banyaknya kasus penyakit kanker di Indonesia juga telah berdampak kepada permasalahan ekonomi negara.


Berdasarkan laporan Lembaga Penelitian Kanker Internasional (Agency for Research on Cancer/IARC) tahun 2012, terdapat 14 Juta kasus baru kanker yang terjadi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 Persen merupakan kasus kanker paru-paru, 11,9 Persen kanker payudara dan 9 Persen kanker usus. Kanker paru-paru menjadi penyebab kematian terbesar dengan jumlah perkiraan 8,2 Juta orang.

Menteri Kesehatan RI, Prof. DR. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), mengatakan hal itu dalam peresmian Gedung Instalasi Kanker Terpadu Tulip Rumah Sakit Umum Pusat  Dr. Sardjito Yogyakarta, Rabu (3/8/2016).

Kematian akibat kanker, lanjut Nila, dipercepat oleh lima perilaku dan pola makan tak sehat, yaitu kurangnya mengkonsumsi buah dan sayur, merokok, minum minuman beralkohol, kurangnya aktifitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi.

Nila mengingatkan, permasalahan kanker telah berdampak kepada persoalan ekonomi negara, karena secara langsung mempengaruhi tanggungan pembiayaan kesehatan oleh negara yang umumnya untuk membiayai pengobatan tingkat lanjut. Karenanya, Nila meminta agar dilakukan upaya penanggulangan kanker secara lebih optimal dan terpadu serta komprehensif, agar bisa menekan beban biaya kesehatan yang disebabkan oleh penyakit kanker.

Sementara dalam upaya penatalaksanaan dan penanganan penderita kanker, kata Nila, Pemerintah telah mengembangkan pusat-pusat pelayanan radioterapi di 15 Rumah Sakit Pemerintah baik pusat dan daerah, terdiri dari 10 Rumah Sakit Rujukan Nasional, 2 Rumah Sakit Rujukan Provinsi dan 3 Rumah Sakit Rujukan Regional.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai salah satu dari 10 Rumah Sakit Rujukan Nasional, kata Nila, diharapkan mampu memberikan pelayanan kanker yang berkualitas, bertanggung-jawab, terintegrasi, multidisiplin dan paripurna. 

"Peresmian Gedung Instalasi Kanker Terpadu Tulip RSUP Dr. Sardjito merupakan bentuk perhatian Pemerintah untuk melayani masyarakat, utamanya pelayanan pengobatan kanker", pungkasnya. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: