KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Semakin majunya perkembangan zaman membuat peran pemuda di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang terjun ke bidang pertanian mulai memprihatinkan. Pasalnya sampai sekarang peran pemuda tersebut sangat minim, sehingga dalam bidang pertanian mayoritas dinominasi oleh kaum yang sudah kebanyakan usia lanjut.

Bambang Heriyanto, Kepala Disperta Kabupaten Sumenep.
Padahal peran pemuda dibidang pertanian sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya teknologi modern yang dapat memacu percepatan perkembangan ekonomi petani. Tetapi sayang, kebanyakan pemuda saat ini belum tertarik terhadap bidang tersebuit, sehingga mereka memilih menggeluti usaha lain diluar pertanian.

“Dari sekian banyak kelompok tani yang ada di daerah ini kebanyakan anggotanya adalah kaum tua. Maka sangat sedikit kiprah pemuda yang terjun dalam bidang dunia pertanian, bahkan anak-anak petani sepertinya tidak lagi tertarik untuk bertani,” kata Bambang Heriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Kamis (17/8/2016).

Disebutkan, bahwa saat ini pihaknya akan terus menggalakkan penyuluhan serta pendampingan terhadap kelompok tani, sehingga nantinya dapat menciptakan generasi petani yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup mumpuni. Sehingga seimbang dengan majunya perkembangan tekhnologi dan alat-alat pertanian modern.

“Makanya kami akan terus menggalakkan pembentukan wirausaha muda di sektor pertanian, supaya kedepan keberlangsungan pertanian tetap terawat,” jelasnya.

Sedangkan kelompok tani yang telah selesai dilakukan verifikasi  di daerah ini berjumlah 3.505, tetapi mayoritas dalam kelompok yang bergerak dibidang pertanian tersebut tidak banyak dari kalangan muda, namun di dominasi oleh petani yang sudah tua.

Pihaknya berharap kedepan para kaum muda lebih proaktif dalam bidang pertanian, karena daerah ini memiliki potensi yang cukup prospek untuk mengembangkan berbagai usaha pertanian, apalagi keberadaan lahan produktif cukup banyak. Maka hal itu jika dikembangkan dengan baik, kemungkinan besar roda perokonomian masyarakat petani dari tahun ke tahun akan mengalami perbaikan yang cukup signifikan. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: