RABU, 3 AGUSTUS 2016

MALANG --- Masih terbatasnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) terutama di lingkup sekolah dan masih jarangnya sekolah di kota Malang yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup, membuat lima orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) mencoba membuat terobosan baru berupa program Gerakan Adiwiyata Gembira (GATRA). Kelima mahasiswa ini yaitu Rizki Abi Amrullah, Tifana Rasyitagani, Arka Dyah Dina Figianti, Aditya Resty dan Anita Dwy Fitriani.


Anita salah satu anggota GATRA mengatakan bahwa program ini baru di terapkan di sekolah Madrasah Ibtidaiah (MI) Khadijah Kota Malang. Di pilihnya sekolah tersebut karena MI Khadijah di di kelilingi tembok, bangunan maupun perkerasan yang lainnya sehingga hanya memiliki sedikit sekali RTH. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena kondisi lahan sekolah yang sempit sehingga hampir semua areanya di manfaatkan untuk bangunan.

"Awalnya MI Khadijah hanya memiliki RTH seluas 3,5 meter persegi, namun setelah adanya program ini jumlah RTH-nya sekarang meningkat menjadi 15,7 meter persegi,"jelasnya. 

Jelasnya lebih lanjut, Oleh karena itu tujuan dari program GATRA sendiri adalah membantu agar sekolah tersebut bisa memiliki RTH lebih banyak, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa mendapatkan penghargaan Adiwiyata.


Anita menyampaikan bahwa program GATRA sudah dilakukan di MI Khadijah sejak bulan Februari 2016 yang di awali dengan pengenalan pendidikan terhadap lingkungan kepada para siswa siswi, contohnya yaitu mengenalkan kepada mereka apa itu lingkungan dan sikap kita sebagai manusia harusnya seperti apa terhadap lingkungan. Kemudian di lanjutkan dengan pembelajatan pembibitan sawi serta pelatihan bersama para staf dan juga guru.

Menurutnya, kehadiran mereka disekolah tersebut mendapatkan respon yang baik dari pihak sekolah. Bahkan, Kepala Sekolahnya kini membuat peraturan mengenai lingkung kepada siswa siswinya, diantaranya larangan membuang sampah sembarangan, ikut merawat tanaman dan rencanaya juga akan diadakan ekstrakulikuler mengenai penanaman tanaman.

"Program GATRA ini sendiri berbasis FOX (Freedom of Expression), jadi disini kita membebaskan para siswa siswi untuk berpendapat dan mengekspresikan kreatifitas mereka. Misalnya kita ajari mereka untuk membuat boneka Kokedama yang bisa mereka beri mata, hidung atau hiasan lainnya sesuai keinginan mereka," ucapnya. 

Boneka Kokedema adalah media tanam yang di balut dengan kain woll dan media tanamnya berupa jenis paku-paku yang sudah kering, jelasnya.

Selain boneka Kokedama, timnya juga mengajarkan siswa-siswi MI Khadijah untuk membuat Vertikal Garden dan Vertibag.

"Selama menjalankan program GATRA ini kami juga di dampingi oleh Ibu Sisca Fajriani Sp. Mp sebagai dosen Pembimbing kami," ungkapnya.

Sementara itu, Anita juga menyampaikan bahwa dengan program GATRA-nya tersebut, timnya di pilih menjadi salah satu tim dari 27 tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)  yang akan mewakili Universitas Brawijaya di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Bogor tanggal 7-12 Agustus 2016 mendatang.(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: