SENIN, 22 AGUSTUS 2016

SOLO --- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Tengah, yang jatuh pada tanggal 15 Agustus 2016, sejumlah daerah masih menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Sragen, yang hari ini menggelar upacara dengan mengenakan pakaian adat jawa.


Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, upacara dengan mengenakan pakaian adat jawa ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan pakaian adat jawa, ditengah gempuran trend pakaian Negara-negara barat. 

“Jika bukan kita yang melestarikan pakaian adat jawa siapa lagi. Karena trend yang berkembang saat ini adalah pakaian barat, yang sebenarnya tidak cocok dengan budaya bangsa kita, sebagai bangsa timur,” papar Bupati Sragen kepada awak media seusai upacara, Senin (22/8/16).


Ditegaskan Bupati, sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan dan keberagaman yang majemuk, tidak perlu malu untuk memakai pakaiat adat, terutama adat jawa. Sebab, dari nilai-nilai yang terkandung dalam pakaian adat jawa jauh lebih luhur dibanding dengan budaya bangsa barat. 

“Saya menyambut baik perintah menggunakan pakaian adat jawa pada peringatan HUT Jateng . Ke depan, Pemkab Sragen akan mengagendakan penggunaan pakaian adat jawa pada hari kerja,” imbuhnya.


Dalam kesempatan ini, bupati meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Sragen mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun ke-66 Provinsi Jawa Tengah dengan mengenakan pakaian adat jawa. Upacara HUT Jateng  yang dilaksanakan di halaman Pemkab Sragen ini langsung dipimpin oleh Inspektur upacara Bupati Sragen..

Bupati  juga  sempat membacakan amanat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo  yang menekankan agar peringatan tahun ini berbeda dengan peringatan-peringatan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah dengan  memberdayakan seluruh pegawai pemerintahan dengan manghayubagya HUT Jateng dari sisi nguri-uri kabudayan Jawa, utamanya melestarikan baju adat Jawa Tengah. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: