SABTU, 20 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Masih Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 71, berbagai macam kegiatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus dilakukan. Salah satunya festival jajanan tradisional khas daerah setempat, dimana masyarakat diberi keleluasaan menampilkan masakan tradisional tempo dulu tanpa mengurangi ciri khas jajanan tersebut.

Suasana festival jajanan tradisional khas Madura.
Kegiatan festival itu selain memperingati hari Kemerdekaan, bertujuan ingin melestarikan berbagai jajanan tradisional khas daerah, supaya kedepan jajanan peninggalan nenek moyang yang menjadi kebanggaan masyarakat daerah ujung timur Pulau Madura ini tidak mudah punah. Sehingga memang selayaknya para generasi terus mempertahankan jajanan tempo dulu warisa nenek moyang tersebut agar tidak tergerus dengan banyaknya jajanan modern.

“Jadi festival jajanan tradisional khas Madura ini dalam rangka merayakan hari kemerdekaan RI ke 71. Selain itu kegiatan tersebut juga bentuk pelestarian terhadap jajanan tradisional yang ada di daerah ini, agar kedepan jajanan tradional tersebut tidak punah,” kata Nia Kurnia, Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, saat menghadiri Festival Jajanan Tradisional Khas Madura, Jum'at (19/8/2016) malam.


Disebutkan, bahwa daerah ini memiliki banyak jajanan tradisional khas yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri oleh masyarakat atas warisan para nenek moyang terdahulu. Oleh karena itu dengan kegiatan tersebut, jajanan tradisional yang tidak akan lenyap begitu saja. Karena masyarakat masih selalu diingatkan dengan adanya lomba yang memberi keleluasaan menampilkan jajanan tradisonal tersebut.

“Saat ini jajanan tradisional sudah mulai banyak ditinggal oleh masyarakat, padahal itu selayaknya harus dijaga dan dipertahankan agar tidak punah. Karena jajanan tradisional ini sudah menjadi kebanggaan masyarakat daerah ini, makanya perlu dijaga dengan baik agar tetap bisa bertahan,” jelasnya.


Antusiasme masyarakat dalam festival jajanan tradisional yang diselenggarakan Said Abdullah Institite (SAI) cukup tinggi, sehingga itu menunjukkan bahwa jajanan tradisional yang ada di daerah ini masih dicintai oleh masyarakat. Maka kedepan kegiatan yang serupa memang harus sering digelar guna mengingatkan masyarakat terhadap jajanan tradisional khas daerah ini.

Sementara itu, Direktur Said Abdullah Institute (SAI), Januar Herwanto menjelaskan, bahwa dari seluruh peserta yang mengitkuti pestival jajanan tradisional khas Madura tersebut akan dinilai satu persatu, kemudian dari semua jajanan yang ditampilkan peserta akan dinilai oleh juri. Karena penilaian tersebut menentukan beberapa peserta yang akan menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah dari panitia.

“Jadi dalam penilaian itu ada beberapa kriteria yang menjadi acuan panitia, seperti, rasa, kebersihan, bentuk penyajian dan kerajinan. Makanya jajanan itu harus tetap seperti asalnya tanpa ada perubahan sedikitpun,” terangnya. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: