KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

CATATAN JURNALIS ---  Saya dilahirkan dan besar di Negara ini. Di Negara inilah saya mengerti apa arti Nasionalisme dan Patriotisme dan dari Negara inilah saya mendapatkan pendidikan hingga mencari nafkah, jadi saya harus mengabdi ke bangsa ini, Negara itu adalah Indonesia. Mungkin itulah yang terukir di lubuk hati sang prajurit ‘Loreng’ Darat Indonesia.


Embun pagi membasahi wajah Indonesia diperbatasan Skouw, Kota Jayapura, Papua. Pandangan masih sedikit buram, lantaran kabut yang menyelimuti daerah ini. Kulit terasa dingin, ditiup hawa dinginnya pagi itu.

Pagi pukul 04.00 WIT satu persatu prajurit keluar menuju sebuah kamar mandi. Tak lama kemudian, lantunan suara Adzan di mushola Kotis Satgas Pamtas Yonif 122 Tombak Sakti terdengar ditelinga semua prajurit-prajurit ini. Shaf barisan dalam sholat (ibadah sembahyang) bersama atau berjamaah mulai terlihat, yang dituakan mulai memimpin sholat Subuh berjamaah itu.

Terasa hati bersih dengan kekuatan iman dibarengi niat untuk memacu adrenalin mereka untuk menancapkan sebuah tongkat kayu terikat sebuah kain berwarna merah dan putih di bukit gunung Pawa, Kota Jayapura perbatasan Negara Indonesia dan Papua New Guinea (PNG).

Detik demi detik, 10 prajurit ini menunggu perintah sang Komandan Satgas Pamtas Yonif 122/TS. Disela-sela penantian tugas inilah, prajurit diwajibkan mengisi kekosongan perut di pagi hari. Sesekali terlihat, beberapa prajurit tengah membersihkan sepatu PDL mereka.

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, sang matahari pagi menerangi seluruh sudut-sudut markas komando batalyon tombak sakti. Suasana terlihat  hening, ternyata Dansatgas tengah bersiap berikan perintah kepada satu regu tadi.

Siap Grak! Suara lantang seorang prajurit terdengar garang ditelinga. Nampaknya, proses start menuju bukit Pawa telah dimulai. Bukit gunung Pawa dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan laut ini adalah satu bukit diantara bukit lainnya di perbatasan RI-PNG, dengan kemiringan yang cukup terjal.

Satgas Pamtas Yonif 122/TS semakin gencar memerah putihkan perbatasan RI-PNG, kegiatan jelang hari kemerdekaan Indonesia ke-71 ini menjadi ajang pembuktian mereka akan cinta tanah air. Beberapa hari yang lalu mereka telah menurunkan prajuritnya ke daerah perairan dengan mengibarkan bendera merah putih di danau dan rawa-rawa yang kedalamannya antara 2 sampai 3 meter. Kali ini mereka telah mengibarkan beberapa bendera merah putih di perbukitan yang terjal dan kondisi yang licin.

Bukit-bukit dan pegunungan di Papua merupakan daratan yang memiliki kepadatan hutan yang lebat dan medan yang sulit untuk dilalui. Bagi mereka bukanlah sebuah hambatan karena tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas mulia yaitu disamping pengamanan perbatasan juga melaksanakan kegiatan yang bernilai sejarah perjuangan kemerdekaan.

Komandan Seksi Markas Yonis 122/TS Serka Sutrisno ditunjuk sebagai pemimpin pengibaran bendera merah putih di bukit gunung Pawa. Sambil bernyanyi lagu-lagu kebangsaan mereka terus melangkahkan kaki menuju lokasi yang kiranya memakan kurang lebih 4 jam lamanya.

“Perjalanan dari Pos sampai ke puncak gunung Pawa yang berada di selatan kampung Skouw kami tempuh dalam waktu sekitar 4 jam, saat berangkat cuaca memang tidak bersahabat dan ditengah perjalanan kami diguyur hujan deras sekali sehingga perjalanan kami terhambat karena jalan yang kami tembus disamping licin juga kabut tebal sekali,” kata Serka Sutrisno yang tengah mengatur pernafasannya dalam perjalanan kepada media ini.

Regu yang membawa bendera merah putih berukuran 3 x 2 meter sebagai misi dari Dansatgas untuk dikibarkan di gunung Pawa dan didampingi tim Cendana. Akhirnya prajurit loreng ini berhasil kibarkan bendera merah putih sekitar jam satu siang waktu Papua.

Ada kesan tersendiri bagi 10 prajurit loreng yang mengibarkan bendera di atas gunung Pawa tersebut, rata-rata mereka merasakan kepuasan dan rasa bangga bisa sampai di gunung tersebut dan mengibarkan bendera yang mereka bawa.

“Walaupun kondisi baju kami sudah basah kuyup dan kotor karena terjatuh akibat jalan licin, namun sesampainya di atas gunung saya dan anggota tim merasa puas, misi terlaksana dan berhasil mengibarkan bendera yang kami bawa dari pos,” tutur Serka Sutrisno yang merasa bangga akan pencapaian regunya.

Kegiatan pengibaran bendera di perbukitan ini, bukan hanya kali ini. Melainkan terus berlangsung hingga hari kemerdekaan nanti sebagai puncaknya yaitu dengan mengibarkan 6 buah bendera di patok batas negara RI-PNG secara serentak.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh kami (Satgas Yonif 122/TS) dapat memberikan kesan yang positif bagi warga Papua khususnya yang berada di perbatasan RI-PNG,” kata Letkol Inf Kohir selaku Dansatgas Yonif 122/TS.

Akhirnya, regu kembali dengan selamat ke markas komando mereka. Loreng ini pun disambut hangat dan pelukan dari komandannya dengan penuh kasih. Alhamdulillah, tim media ini pun diacungi jempol oleh prajurit loreng-loreng itu atas pendampingan selama menuju pengibaran bendera merah putih di puncak bukit gunung Pawa. 

Bravo prajurit loreng yang telah menancapkan tiang kayu yang dikibari bendera merah putih di bukit gunung Pawa, Skouw, Kota Jayapura, Papua. Kobarkan terus semangat dan rasa cintamu kepada Negara Indonesia. (Indrayadi T Hatta)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: