SENIN, 15 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat kembali meliris perkembangan terbaru terkait nilai impor Indonesia sepanjang bulan Juli 2016 tercatat sebesar 8,92 miliar dolar Amerika (USD) atau mengalami penurunan sebesar 26,28 % apabila dibandingkan dengan nilai impor Indonesia pada bulan Juni 2016, demikian pula cenderung menurun jika dibandingkan dengan bulan Juli 2015 secara Year on Year (YoY).


Sedangkan impor non migas Indonesia pada bulan Juli 2016 tercatat mencapai 7,44 miliar USD atau mengalami penurunan sebesar 27,91 % jika dibandingkan pada bulan Juni 2016. Demikian juga mengalami penurunan sebesar 4,43 % apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2015 secara Yoy.

Sementara itu, impor migas pada bulan Juli 2016 mencapai 1,47 miliar USD atau mengalami penurunan sebesar 16,84 % jika dibandingkan dengan bulan Juni 2016. Impor migas Indonesia jika dibandingkan dengan bulan Juni 2015 secara YoY juga mengalami penurunan sebesar 35,77 %.

Kemudian secara akumulatif nilai impor Indonesia antara bulan Januari hingga bulan Juli 2016 tercatat menapaki 74,91 miliar USD atau menurun sebesar 10,85 % jika dibandingkan dengan dengan periode yang sama tahun 2015 secara YoY. Sedangkan impor non migas tercatat sebesar 64,74 miliar USD atau mengalami penurunan sebesar 5,69 %.

Peningkatan impor non migas terbesar pada bulan Juli 2016 adalah golongan peralatan kapal laut dan peralatan bangunan terapung yaitu sebesar 57,1 juta USD atau 119,71 %, sedangkan penurunan terbesar impor non migas terjadi pada golongan peralatan mesin dan peralatan mekanik yaitu sebesar 578 miliar USD atau 30,52 miliar USD.


"Tiga negara asal barang impor non migas terbesar Indonesia antara bulan Januari hingga bulan Juli 2016 adalah Tiongkok dengan nilai impor  sebesar 16,75 miliar USD atau 25,87 %, kemudian Jepang sebesar 7,18 miliar USD atau 11,09 % dan Thailand sebesar 5,11 miliar USD atau 7,89 %, sedangkan impor dari negara-negara ASEAN sebesar 22,01 %, sedangkan impor negara-negara Uni Eropa sebesar 9,33 %" demikian dikatakan Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di kantornya, Senin siang (15/8/2016).

Suryamin mengatakan "sedangkan nilai impor Indonesia terhadap golongan bahan baku atau bahan penolong dan barang modal antara bulan Januari hingga bulan Juli 2016 tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya secara YoY, masing-masing sebesar 12,12 % dan 15,16 %, sedangkan sebaliknya impor golongan barang konsumsi tercatat mengalami peningkatan sebesar 12,31 %" katanya kepada wartawan di Jakarta.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: