SELASA, 30 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Kantor Perwakilan Bank Indonesia menghimpun permintaan bisnis pakaian jadi, farmasi dan kebutuhan lainnya disebut tertinggi sejak bulan Mei lalu. Hal itu berdasarkan survei yang dilaksanakan BI kepada penjualan eceran periode Juni lalu.

Kepala KPw BI Balikpapan Suharman Tabrani
Kepala KPw BI Suharman Tabrani mengatakan pertumbuhan indeks penjualan eceran sebesar 12,3 persen dari Mei lalu. Jumlah itu tumbuh pesat dibanding bulan sebelumnya yang hanya 3,7 persen.

"Tumbuhnya indeks penjualan eceran itu bahwa dari total penjualan barang yang diecer, penguasaan market share sebesar 30 persen. Ini bukti penjualan eceran tumbuh" ungkapnya disela aktivitasnya, Selasa (30/8/2016).

Bahkan secara keseluruhan penjualan eceran mencatatkan pertumbuhan omzet. Lanjut Suharman, hal ini mengindikasikan konsumsi warga kota masih normal walaupun mengalami perlambatan (ekonomi).

Sementara konsumsi terbesar lainnya berupa bahan bakar minyak (BBM) utamanya kendaraan bermotor dengan penguasaan market sebesar 28 persen. Dilanjutkan makanan, minuman dan rokok sebesar 26 persen.

Tidak hanya mengsurvei pedagang eceran, KPw BI juga mengsurvei harga properti residensial dengan melibatkan 30 pengembang.

Disebutkan Suharman, hunian di bawah tipe 36 telah mengalami kenaikan sebesar 4 persen. Sedangkan hunian tipe 36-70 mengalami kenaikan 73 persen dan tipe 70 ke atas naik hingga 23 persen.

"Penjualan rumah dengan harga hingga Rp200 juta baru terjual 5 persen sementara rumah seharga Rp200 juta hingga Rp1 miliar sudah terjual 71 persen dari total unit yang tersedia. Dan rumah mewah mulai Rp1 miliar terjual sebanyak 24 persen" tutupnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: