JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

JAKARTA, TMII --- Provinsi Jawa barat yang diwakili oleh Tim kesenian daerah Cimahi, Bandung terlihat serius dalam melakukan polesan akhir di Anjungan Jawa Barat TMII terkait acara tingkat nasional berupa Parade Tari Nusantara di Sasono Langen Budoyo, 20 Agustus 2016.

Sebagai acara pembuka untuk pameran di Anjungan Jawa barat maka dipersiapkan Tari Payung Geulis dan Sinyang Kebat. Ahmad Maulana penata tari sekaligus penanggungjawab event pembukaan acara di Anjungan mengatakan kepada Cendana News bahwa persiapan yang dilakukan hanya memakan waktu sekitar dua minggu.

Tari Payung Geulis bercerita tentang kegembiraan anak gadis yang bermain dengan payung. Hal ini coba divisualisasikan oleh Maulana dengan menggunakan 18 orang penari cilik yang lucu dan menggemaskan dalam tari pergaulan masyarakat Jawa Barat tersebut.

Sedangkan Tari Sinyang Kebat merupakan tarian tradisi yang mengangkat Seni Batik Jawa Barat. Visualisasi gerak yang ditunjukkan oleh 14 penari remaja didalamnya coba bercerita tentang proses pembuatan Batik Jawa Barat berikut dinamikanya.

"Kedua tarian pembuka acara tersebut diiringi oleh 10 orang pemusik yang dikomandoi 1 orang penata musik," imbuh Maulana disela-sela persiapan akhir tim Jawa Barat di Anjungan TMII.

Untuk acara puncak dalam Parade Tari Nusantara tingkat nasional di Sasono Langen Budoyo tanggal 20 Agustus 2016, tim kesenian Jawa Barat diwakili tim kesenian Cimahi akan menampilkan kisah legenda berjudul " Tari Nimas Nimbang Waringin ".

Nuryaman atau akrab disapa Kang Maman, staff bagian seni budaya Anjungan Jawa Barat sekaligus penata tari yang bertanggungjawab terhadap tim Jawa Barat untuk acara nasional di Sasono Langen Budoyo esok hari menjelaskan bahwa Legenda Nimas Nimbang Waringin adalah sebuah kisah yang menceritakan betapa keelokan seorang Nimas Nimbang Waringin yang tak terbantahkan di tanah Pasundan. Namun dibalik keelokannya ia juga memiliki kekuatan mempertahankan prinsipnya sebagai seorang manusia dan seorang wanita serta kekuatan diri yang coba digambarkan dengan senjata pusaka Kujang khas Jawa Barat.

"Legenda rakyat Cimahi ini coba divisualisasikan oleh 9 orang penari diiringi 12 orang pemusik. Ini bukan menceritakan tokoh akan tetapi mengambil sisi di balik tokoh tersebut yakni keelokan dan kekuatannya," terang Kang Maman.


Dari 32 provinsi yang mengikuti acara Parade Tari Nusantara nantinya, tim kesenian Jawa barat mendapat nomor undian ke-28. Hal ini sedikit menambah keyakinan bahwa mereka bisa berbuat banyak diajang ini, pertimbangannya adalah mereka mendapatkan sedikit tenggat waktu di lokasi untuk mengamati tim lain yang sudah tampil. Namun begitu hal ini turut juga memberikan sedikit beban moril jika tim-tim yang tampil sebelum mereka sangat bagus.

"Itu faktor non teknis di lapangan, tapi sangat penting. Sekarang ini yang penting bagi teman-teman tim Jawa Barat adalah fokus. Karena dengan fokus atau menjaga konsentrasi pada apa yang akan kita lakukan maka Insya Allah semua masalah akan teratasi kedepannya," pungkas Kang Maman.
[Miechell Koagouw]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: