SABTU, 20 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Untuk pertama kalinya, Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) menggelar kejuaraan nasional seni bela diri Hapkido di Yogyakarta, Sabtu-Minggu (20-21/8/2016). Seni bela diri dari Negara Korea itu sejak setahun terakhir ini berkembang pesat di Indonesia.

Prof. Don Oh Choi, GBPH Prabukusumo, Yoyok Suryadi
Seni bela diri Hapkido asal negara Korea, dipastikan akan semakin memperkaya olahraga seni bela diri di Indonesia. Setelah perkembangannya yang cukup pesat dengan berdirinya pengurus cabang dan sasana di 24 provinsi di Indonesia, PPHI pun kini menargetkan pada tahun depan hapkido bisa diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan bisa mengikuti kejuaraan tingkat internasional, World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF).

Ketua Umum Hapkido Indonesia, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo yang juga sebagai Ketua KONI DI Yogyakarta, mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya dan kerja keras para pendiri Hapkido di Indonesia, yang secara mandiri telah berhasil mengembangkan seni bela diri tersebut dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, secara swadaya, pengurus Hapkido mampu menyelenggarakan kejuaraan nasional di Yogyakarta, yang akan diikuti oleh 215 peserta dari seluruh Indonesia.

Gusti Prabu mengungkapkan, seni bela diri Hapkido akan semakin mewarnai dunia olahraga seni bela diri Indonesia, dan diharapkan mampu membawa nama harum Indonesia di kancah dunia. 

Kejurnas Hapkido di Yogyakarta
"Kejurnas Hapkido ini selain diadakan sebagai evaluasi dan syarat agar bisa masuk KONI, juga diadakan untuk menghadapi kejuaraan Hapkido tingkat internasional yang akan diadakan tahun depan di Australia", ungkapnya. 

Selain Kejuaran Nasional yang dibuka oleh KONI Pusat, digelar pula seminar nasional bagi para pimpinan daerah, instruktur dan wasit Hapkido serta ujian kenaikan DAN Kejuaraan Hapkido tingkat dunia, WHMAF, diikuti 60 pelatih dan asisten pelatih dari 21 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Pendiri Hapkido Indonesia, Yoyok Suryadi, mengatakan, kejuaraan nasional Hapkido digelar secara mandiri dengan semangat melestarikan dan memperkenalkan seni bela diri asal Korea di Indonesia. Dikatakan, Hapkido mulai diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada Oktober 2014, dan setelah itu berbagai kegiatan pertandingan persahabatan yang diadakan di seluruh Indonesia mendapatkan respon positif. 

"Saat ini, telah ada pengurus cabang di 25 provinsi, namun satu di antaranya belum diresmikan", jelasnya.

Dalam gelar Kejurnas Hapkido yang dihadiri pula Presiden Hapkido Dunia (WHMAF), Prof. Don Oh Choi, ditampilkan tim demonstrasi Hapkido junior dari Hapkido WHMAF Korea. Don Oh mengatakan, Indonesia dan Korea telah bersahabat sangat dekat sehingga diharapkan Hapkido bisa semakin mempererat persahabatan tersebut. Perkembangan Hapkido di Indonesia yang sangat pesat pun, kata Don Oh, akan dijadikan model bagi upaya pengembangan Hapkido di negara lain.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Hapkido, Yopie Wirawan Adibrata, menjelaskan, kejurnas hapkido diikuti oleh 215 peserta terdiri dari 18 tim dari seluruh Indonesia. Tim terbagi dalam lima nomor pertandingan, yaitu bertarung (daeryun), jurus (hyung), peragaan teknik beladiri (hoshinsul), teknik loncatan (nakbop) dan teknik senjata (mugisul). (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: