MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Meski secara resmi Rio Haryanto hanya bisa menjalani perlombaan balap mobil dunia paling bergengsi yaitu Formula 1 tahun 2016 hanya sampai setengah musim akibat kekurangan dana dan sponsor, namun ternyata pihak PT. Pertamina (Persero) masih tetap memberikan dukungan penuh jika misalnya Rio Haryanto telah memiliki tim baru di Formula 1, diluar Manor Racing Team.


Demikian dikatakan Vice President Corporate Communication PT. Pertamina (Persero) Wianda Arindita Pusponegoro saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait dengan bagaimana nasib dan kelanjutan masa depan karir pebalap kebanggaan Indonesia Rio Haryanto di Formula 1 setelah dirinya tidak lagi menjadi pebalap utama Manor Racing Team (MRT), alias hanya menjadi pebalap cadangan, Minggu siang (14/8/2016).

"Pada prinsipnya pihak Pertamina masih terap terus berupaya memberikan dukungan kepada Rio Haryanto untuk melanjutkan kariernya di Formula 1, namun apabila kedepannya Rio Haryanto ternyata telah memiliki tim baru di Formula 1, maka kami berharap semoga Rio Haryanto paham dengan kemampuan dan kapabilitasnya sebagai seorang pebalap Formula 1, itulah faktor yang menentukan kesuksesan Rio Haryanto dimasa yang mendatang" kata Wianda Arindita Pusponegoro di Jakarta, Minggu siang (14/8/2016).

Perlu diketahui sebelumnya, pihak  Manor Racing Team telah memberikan kesempatan kepada Rio Haryanto untuk berkarir sebagai pebalap Formula 1 asalkan yang bersangkutan sanggup menyediakan dana sebesar 15 juta Euro atau sekitar 225 miliar Rupiah dengan kurs 15.000 Rupiah per 1 Euro.

Pihak Kiky Sport sebagai manajemen Rio Haryanto kemudian ternyata menyanggupi tawaran Manor Racing Team tersebut, pihak Kiky Sport kemudian menyetorkan dana pribadi sebesar 3 juta Euro atau sekitar 45 miliar Rupiah ditambah dengan talangan dana dari Pertamina sebagai sponsor resmi Rio Haryanto senilai 5 juta Euro atau sekitar 75 miliar Rupiah kepada manajemen Manor Racing Team.

Dengan demikian total uang yang telah disetorkan ke Manor Racing Team sebesar 8 juta Euro atau sekitar 120 miliar Rupiah, namun masih ada kekurangan dana sebesar 7 juta Euro atau sekitar 105 miliar Rupiah yang belum sempat disetorkan kepada pihak Manor Racing Team. Karena telah membayar sebesar 8 juta Euro, maka Rio Haryanto hanya berhak  mengikuti kejuaraan balap mobil Formula 1 tahun 2016 selama setengah musim atau separuh perlombaan.

Rio Haryanto kemudian mencatatkan sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang berlaga dalam perlombaan balap mobil Formula 1 musim 2016, dimana Rio Haryanto saat itu menjalani debutnya sebagai pebalap Formula 1 di Sirkuit Albert Park Melbourne, Australia, pada pertengahan April 2016 yang lalu.

Namun sayang dalam perjalanannya karir Rio Haryanto sebagai pebalap utama Manor Racing Team di Formula 1 harus berakhir di pertengahan musim tahun 2016, yaitu tepatnya di Sirkuit Hockenheim, Jerman. Karena sampai batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya, pihak manajemen Rio Haryanto ternyata belum bisa melunasi sisa kekurangan dana sebesar 7 juta Euro.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: