JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II tahun 2016 terhadap Triwulan II tahun 2015 secara Year on Year (YoY) apabila dilihat dari sisi pengeluaran, maka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,18 %.


Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PKPRT) sebesar 6,72 %, kemudian diikuti pertumbuhan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 6,28 %.

Kemudian selanjutnya Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,06 % dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,04 %. Sedangkan komponen lainnya tercatat mengalami pertumbuhan negatif.

Struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut pengeluaran pada Triwulan II tahun 2016 sebenarnya tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan tahap akhir terhadap barang dan jasa masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang tercatat mencapai 55,23 % dari PDB Indonesia berdasarkan harga yang berlaku.


Komponen lain yang berkontribusi besar berturut-turut adalah Komponen PMTB (32,45 %), Ekspor Barang dan Jasa (18,88 %) dan PK-P (9,44 %). Sedangkan kontribusi Perubahan Inventori dan PK-LNPRT) relatif kecil, masing-masing sebesar 2,81 % dan 1,14 %. Impor Barang dan Jasa kontribusi sekitar 18,64 %, namun impor merupakan faktor pengurang dalam PDB.

Berdasarkan sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2016 secara YoY, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Komponen PK-RT (2,71 %), kemudian diikuti Komponen PMTB (1,61 %). Sedangkan sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari komponen-komponen lainnya hanya menyumbang sebesar 0,86 %.


"Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2016 terhadap Triwulan I tahun 2016 secara Q to Q sebesar 4,02 %, dimana pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran, PK-P mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 36,16 %, Komponen PMTB dan Pengeluaran Konsumsi LN PRT masing-masing sebesar 2,55 % dan 2,53 %" demikian dikatakan Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di kantornya, Jumat pagi (5/8/2016).

Suryamin menjelaskan "sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia selama semester I tahun 2016 mencapai 5,04 % secara C to C, menguat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2015 yang 4,70 mencapai 4,70 %, pertumbuhan tertinggi selama semester I tahun 2016 dicapai Komponen PK-LNPRT sebesar 6,56 %, Komponen PMTB sebesar 5,31 %, Komponen PK-RT sebesar 4,99 % dan Komponen PK-P sebesar 4,84 %, sedangkan komponen lainnya tumbuh negatif selama semester I tahun 2016" katanya kepada wartawan di Jakarta.

Sementara itu, menurut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), struktur perekonomian Indonesia pada Triwulan II tahun 2016 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,81 %, kemudian Pulau Sumatera sebesar 22,02 %, selanjutnya Pulau Kalimantan sebesar 7,61 %, lalu Pulau Sulawesi sebesar 6,08 % dan sisanya pulau-pulau lainnya.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: