KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Belasan perwakilan 9 negara dari negara-negara ketiga, Laos, Uganda, Vietnam, Pakistan, Palestina, Afghanistan, Kamerun, Timor Leste dan Kenya mengunjungi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Dusun Malangan, Giwangan, Umbulharjo, Kamis (4/8/2016) sore. Sembilan negara datang berkunjung untuk belajar menerapkan implementasi pelayanan terpadu Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA).


Sebagai negara berkembang, pelayanan kesehatan mandiri berbasis masyarakat akar rumput, Posyandu, memiliki peran penting dalam membina dan menciptakan keluarga sehat dan mandiri. Karenanya, belasan warga penggiat Posyandu dari 9 negara berkembang rela jauh-jauh datang ke Dusun Malangan guna mengetahui pola kerja Posyandu Dusun Malangan yang dinilai berhasil menerapkan pola pelayanan terpadu antara pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA), Bina Keluarga Balita (BKB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) yang terintegrasikan dalam satu pos pelayanan, yaitu Posyandu.

"Tamu dari sembilan negara itu ingin mempelajari implementasi pelayanan terpadu itu, karena meski Posyandu telah ada di negaranya, namun implementasinya belum terwujud", ujar Puji Wiyati Rahman, Koordinator Posyandu RW 13 Dusun Malangan, usai menerima kunjungan tamu dari 9 negara tersebut.


Rahman menjelaskan, manfaat keterpaduan pelayanan terutama di bidang KIA, adalah memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang diberikan sejak ibu hamil, melahirkan hingga anak yang dikandung dan dilahirkannya itu berusia 6 tahun. Melalui program KIA, sekali datang ke Posyandu seorang ibu dan anak langsung mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain itu, sang ibu, ayah atau yang mengantarkan sang anak ke Posyandu juga akan mendapatkan pelayanan Bina Keluarga Balita (BKB) yang disesuaikan dengan usia sang anak, sehingga orangtua bisa melakukan dan mengawasi serta bertanggung-jawab terhadap perkembangan tumbuh-kembang anak di rumah.

Posyandu Dusun Malangan dirintis sejak tahun 2010. Saat itu, pelayanan Posyandu hanya dilakukan sebatas menimbang berat badan anak dan memberikan makanan tambahan setiap bulan sekali pada tanggal 5. Namun, seiring dengan perkembangan dan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, pelayanan kesehatan ibu dan anak terus berkembang, dan sejak tahun 2014 mulai menerapkan pelayanan terpadu antara KIA, BKB, PAUD dan SDIDTK dalam satu wadah Posyandu.

Rahman mengatakan, dengan adanya kunjungan dari sembilan negara, selain menjadi kebanggaan tersendiri juga menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas kader. Kunjungan 9 negara, kata Rahman, merupakan program kerjasama yang disponsori oleh Lembaga Kerjasama Internasional Negara Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) yang fokus terhadap peningkatan pelaksanaan berbagai proyek pembangunan pada tingkat masyarakat akar rumput di berbagai negara berkembang.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: