SABTU, 20 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu-sabu dan ganja berhasil digagalkan oleh satuan reserse narkoba Kepolisian Resor Lampung Selatan. Penyelundupan barang haram tersebut menurut Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra dilakukan oleh para tersangka penyelundup dengan memanfaatkan moda transportasi darat berupa kendaraan bus antar provinsi. Namun berkat kesigapan petugas Seaport Interdiction (SI) yang melakukan razia rutin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni barang haram yang dibawa pelaku urung diselundupkan sebelum naik ke kapal.


Personil Seaport Interdiction akhirnya menggelandang tersangka pemilik barang haram yang mengaku sebagai kurir bernama Nur Rojim (36) asal Desa Tambak Aji Kecamatan Ngalian Kota Semarang Jawa Tengah. Tersangka tak bisa mengelak saat polisi menggeledah barang bawaan tersangka dan berhasil ditemukan paket narkotika yang dikemas dalam tas ransel warna hitam berisikan dua bungkus. Setelah ditimbang dua bungkus sabu dalam tas ransel tersebut seberat 2 kilogram.

“Anggota polisi yang berjaga di Seaport dengan jeli memeriksa setiap bagian kendaraan yang dicurigai dan anggota kita berhasil menemukan narkotika yang sudah disembunyikan sedemikian rupa agar tak diketahui petugas tersebut,”terang Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra didampingi Kasat Narkoba AKP Syahrial dalam ungkap kasus di Mapolres Lampung Selatan, Sabtu (20/8/2016)

Menurut keterangan tersangka Nur Rojim, barang haram berupa sabu tersebut merupakan pesanan dari seseorang yang saat ini masih menjadi buronan polisi dengan upah sebesar Rp18juta dan transaksi dilakukan menggunakan telepon seluler. Proses transaksi untuk membawa sabu ke Jakarta bahkan dilakukan dengan menambah uang dengan cara ditransfer sebesar Rp3,5juta untuk membeli dua buah telepon seluler untuk komunikasi selama perjalanan.

Selain berhasil mengamankan tersangka pembawa sabu Polres Lampung Selatan juga mengamankan tersangka pembawa sabu seberat 2 kilogram Polres Lampung Selatan juga mengamankan tersangka pembawa narkotika jenis ganja sebanyak 45 bungkus narkotika seberat 45 kilogram yang diamankan dari bus penumpang Siliwangi Antar Nusa (SAN). Dua tersangka yang diamankan diantaranya bernama Muhammad Siddiq (21), Juwanda (23) yang membawa narkotika jenis ganja asal Aceh tujuan Tangerang Banten.


Kedua tersangka akhirnya diamankan di pintu masuk setelah polisi menggeledah tas yang ada di dalam bagasi yang diakui sebagai milik keduanya yang dibawa dari wilayah Medan tujuan Jakarta. Koper warna hitam dan merah yang digunakan para pelaku tersebut diletakkan dalam bagasi bus dan polisi berhasil menggeledah isi koper yang ternyata berisi ganja.

Kedua tersangka yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam membawa barang haram tersebut dari Aceh Besar dengan jalur darat diantaranya melalui Medan ke Pekanbaru dilanjutkan perjalanan darat melewati Pelabuhan Bakauheni.

Para tersangka menurut AKBP Adi Ferdian Saputra berupaya menyelundupkan narkoba tersebut dari wilayah Sumatera menuju Pulau Jawa dengan modus sebagai penumpang biasa di dalam kendaraan bus. Berdasarkan pengembangan petugas barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Tangerang untuk para pemesan yang akan mengkonsumsi barang haram tersebut.

Setelah dikalkulasi menurut Kapolres nilai barang haram berupa shabu dan ganja tersebut diperkirakan mencapai 3 milyar lebih. Namun demikian Adi Ferdian mengungkapkan dengan ditangkapnya pelaku maka Polres Lampung Selatan berhasil menyelamatkan sebanyak 20 ribu orang pengguna shabu shabu dengan asumsi satu gram dipergunakan untuk 10 orang dan pemakaian ganja berhasil diselamatkan 450.000 orang dengan asumsi satu gram dikonsumsi 10 orang.

Atas perbuatan yang dilakukan, para tersangka terancam dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (2), Junto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: