SABTU, 27 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Tangan lelaki itu begitu cekatan saat memegang sebuah benang dan lem. Matanya tertuju pada sebuah sepatu dan sandal sambil menunduk di sebuah kursi di sudut jalan. Pria berumur 54 tahun ini bernama Prayitno. Sehari-harinya, ia bekerja menjual jasa sol sepatu dan sandal di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.


Saat ditemui Cendana News, ia menuturkan sudah puluhan bergelut mengesol di sebuah tempat tempat di jalan tersebut. Saking lamanya, banyak pelanggannya. Maka tak heran, jika pelanggannya sudah hapal dengan diririnya.

“Sudah 20 tahun saya bekerja sol ini di sini. Dulunya saya kerja serabutan, tak menentu,” tuturnya saat disapa di lokasi kerjanya, Sabtu (27/8/2016).

Ia menuturkan, selama ini tak pernah menetapkan biaya sol sepatu maupun sandal. Ia ikhlas menerima berapa pun yang diberikan oleh pelangganya. Ia yakin, para pelangganya mengerti dengan hasil jasanya.

“Alhamdulillah. Mereka paham sama saya. Kadang ada yang ngasih Rp 100 ribu. Padahal, hanya lem sepatu saja. Dia ikhlas ngasih saya,” ucapnya.

Ia mengakui, selama sebulan mendapatkan hasil jasa seiklasnya belasan juta rupiah. Uang itu ia tabung, mengkuliahkan anak-anaknya, dan selebihnya digunakan kebutuhan hidup sehar-hari.

“Anak saya kuliah di Jawa semua. Dari jasa ini saya biaya mereka. Saya tetap menekuni jasa ini,” ujarnya, yang mengaku memiliki 6 enak ini.


Dirinya bercerita, suatu ketika ada seseorang yang memberinya sebuah televisi. Ia pun kaget. Karena, selama ini ia tak pernah mengikuti undian apapun.

“Ternyata itu orang ngasihkan TV ke saya, karena di rumahnya sudah banyak. Maka ada TV baru, dia kasihkan ke saya. Dia pelanggan lama,” tutupnya sambil melanjutkan pekerjaan.
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: