SENIN, 8 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Bertempat di Ruang Kusuma Atmaja 2, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, persidangan lanjutan terkait dengan dugaan suap kasus perkara yang saat ini sedang ditangani oleh PN Jakarta Pusat dengan tersangka Doddy Aryanto Supeno menghadirkan 2 orang saksi yang akan dimintai keterangan, masing-masing Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur PT. Paramount Enterprise Internasional dan Vika Andriani, Sekretaris PT. Paramount Enterprise Internasional yang juga merupakan anak buah Ervan Adi Nugroho.


Dalam kesaksiannya di depan Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan, Ervan mengaku pernah menyumbang 50 juta Rupiah saat pernikahan anak dari Edy Nasution. Belakangan Edy Nasution diketahui rupanya bekerja sebagai Panitera di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Uang sebesar 50 juta tersebut benar berasal dari PT. Paramount, uang tersebut merupakan sumbangan pribadi kami untuk pernikahan putra dari Bapak Edy Nasution, jadi tidak ada kaitannya dengan kasus perkara suap terkait dengan sebuah kasus perkara yang saat ini sedang ditangani oleh PN Jakarta Pusat, saya pribadi tidak pernah mengecek apakah uang tersebut sudah diterima yang bersangkutan atau belum," katanya saat bersaksi di PN Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).


Sebelumnya KPK mendakwa Doddy karena terbukti telah memberikan uang suap kepada Edy Nasution sebagai Panitera di PN Jakarta Pusat agar dirinya dapat "menunda" proses pelaksanaan Aanmaning atau peringatan eksekusi kasus perkara yang melibatkan pengembang apartemen dan perumahan, yaitu PT. Paramount Enterprise Internasional dengan beberapa dengan pihak pegembang perumahan dan apartemen lainnya.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: