JUMAT, 5 AGUSTUS 2015

JAKARTA --- Perkembangan Ekonomi Indonesia sepanjang Triwulan II tahun 2016 jika dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2015 secara Year on Year tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,18 %, pertumbuhan didukung oleh hampir semua kelompok lapangan, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 13,51 %.


Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tertinggi tercatat dicapai oleh sektor Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 13,51 %, kemudian diikuti sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 8,47 % dan yang terakhir adalah  sektor Jasa lainnya sebesar 7,88 %.

Struktur Produk Dimestik Bruto menurut lapangan usaha atas dasar harga yang berlaku pada Triwulan II tahun 2016 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu sektor Industri Pengolahan sebesar 20,48 %, Pertanian-Kehutanan dan Perikanan sebesar 14,32 %, kemudian Perdagangan Besar-Eceran Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 13,26 %.

Apabila dilihat dari penciptaan sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II secara YoY, sektor Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,03 %, diikuti sektor Konstruksi sebesar 0,59 %, Sektor Perdagangan Besar-Eceran sebesar 0,55 % dan sektor Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 0,50 %.


Ekonomi Indonesia Triwulan II tahun 2016 terhadap Triwulan sebelumnya secara Quartal to Quartal mengalami pertumbuhan sebesar 4,02 %. Faktor musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dipengaruhi faktor panen raya beberapa komoditas Tanaman Perkebunan, didampingi itu terjadinya pergeseran musim panen raya padi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II tahun 2016.

Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat mengatakan "Pertumbuhan Ekonomi Indonesia secara Continue to Continue (C to C) pada semester I tahun 2016 jika dibandingkan dengan semester I tahun 2015 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,04 %, pertumbuhan terjadi hampir semua kelompok lapangan usaha, kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 1,01 %" katanya saat jumpa pers di kantornya, Jumat pagi (5/8/2016).

"Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang tertinggi apabila dilihat secara C to C tercatat dicapai oleh sektor Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 11,37 %, kemudian diikuti sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 8,39 % dan yang terakhir Sektor Jasa lainnya sebesar 7,80 %" demikian dikatakan Kepala BPS Pusat Suryamin di Kantor BPS Pusat Jakarta.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: