SABTU, 27 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Proses pembangunan fly over di titik nol Jalan Tol Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar  terus dikebut oleh perusahaan kontraktor jalan tol yang dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan proses pembuatan tiang pancang untuk kaki-kaki jembatan layang yang akan menjadi jalur kendaraan ke arah dermaga pelabuhan Bakauheni setelah keluar dari pintu tol Sumatera. 


Puluhan alat berat dikerahkan untuk melakukan proses pembersihan lahan (land clearing) berupa puluhan Excavator serta alat berat mesin bor strauss atau paku bumi yang akan digunakan sebagai pengebor tiang pancang fly over.

Salah satu pengawas proyek dari PT PP, Andi, yang bertugas di lapangan mengungkapkan saat ini proses pengerjaan beberapa lokasi tiang pancang untuk kaki-kaki fly over terus dikerjakan hampir selama satu pekan dan terus dikerjakan dengan kedalaman lubang rata-rata mencapai 10 meter lebih. Titik pengeboran untuk konstruksi fly over tersebut menurut Andi bahkan memakan badan jalan pada pintu keluar pelabuhan Bakauheni sehingga dua jalur yang semula digunakan kini hanya satu jalur.

“Proses konstruksi terus dikebut karena jalur yang akan menuju ke dermaga VII Pelabuhan Bakauheni nantinya tidak akan melalui kendaraan yang keluar masuk ke pelabuhan Bakauheni tetapi dibuatkan jalur khusus menggunakan fly over” terang Andi saat ditemui Cendana News di lokasi pengeboran lokasi tiang pancang konstruksi fly over di Bakauheni,Sabtu (27/8/2016).


Meski terpaksa menggunakan satu jalur namun hingga saat ini proses pembuatan tiang pancang yang tepat berada di tengah jalan tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Bakauheni. Beberapa sekat dan median jalan yang semula digunakan sebagai pemisah jalur bahkan telah disingkirkan untuk memperlancar arus kendaraan keluar dari pelabuhan Bakauheni.

Selain pembangunan fly over beberapa jalur exit tol yang digunakan langsung keluar dari ruas tol juga tengah dikerjakan oleh pengembang pembangunan jalan tol Sumatera tak jauh dari bangunan Menara Siger untuk jalur keluar kendaraan yang baru keluar dan tidak hendak menyeberang ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni.

Sebelumnya pihak PT ASDP Bakauheni melalui manager operasional, Yefri Hendri, mengaku proses pembangunan jalan tol Sumatera akan seiring dengan proses pembangunan dermaga VII Pelabuhan Bakauheni yang semula digunakan sebagai dermaga plengsengan. Fly over yang akan dibangun merupakan rencana integrasi tol Sumatera dengan pelabuhan Bakauheni sehingga pengguna kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak dari Bakauheni akan disiapkan gerbang tol khusus.

“Pembuatan fly over akan mengarahkan pengendara yang naik kapal langsung dari jalan tol sehingga terintegrasi dan lebih memudahkan sementara jalur lain tetap menggunakan gerbang tol lama” ungkap Yefri.


Proses pembangunan jalan tol Sumatera terus dilakukan dari STA 00 hingga STA 08 terus dikebut dengan melakukan pembersihan lahan bahkan setelah proses penggantian rugi lahan tol di Desa Tetaan,Desa Banjarmasin di Kecamatan Penengahan diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bagi sekitar puluhan kepala keluarga PT Pembangunan Perumahan langsung melakukan pembersihan lahan. Area yang telah dibersihkan diantaranya lahan pertanian dan sebagian lahan perumahan warga yang rencananya sekaligus akan menjadi jalan keluar tol meski masih terus dikaji sebelum ditetapkan.

Proses pembangunan jalan tol Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar meski terus dikebut dan dikerjakan untuk target sudah bisa digunakan untuk iven Asian Games di Palembang Sumatera Selatan pada tahun 2018 mendatang.


Meski terus dikebut proses pembanguan tol Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar dan sebagian warga terdampak tol Sumatera di beberapa desa yang dilalui telah menerima uang ganti rugi namun
sekitar 23 warga terdampak tol Sumatera belum menerima uang ganti rugi. Menurut salah satu warga Dusun Cilamaya, Sugiyono, total sebanyak 2 hektar tanah warga yang dimiliki oleh sebanyak 23 warga sama sekali belum menerima uang ganti rugi lahan dan diduga bermasalah dengan dua pihak pemilik diantaranya Gatot Gondhes dan Sri Wati Tunas yang belum diselesaikan.

Sugiyono mengungkapkan sebanyak 13 warga yang didampingi oleh kuasa hukum hingga saat ini terus meminta dua opsi janji pemerintah kepada warga 20 hari pasca Idhul Fitri 2016 dengan dua tuntutan diantaranya pembayaran dan penutupan lahan jika belum dilakukan proses ganti rugi.

Pantauan Cendana News PT Pembangunan Perumahan selaku konsorsium BUMN pembangunan tol Sumatera seksi I ruas Bakauheni Terbanggibesar melakukan pembangunan tol Sumatera bersama dengan PT Hutama Karya (Persero), sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), PT Waskita Karya,PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya melalui skema penugasan dengan total panjang tol sepanjang 140,41 kilometer.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: