SENIN, 29 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Aktifitas proses peledakan di titik jalan tol Sumatera dalam jangka waktu beberapa jam dilakukan di beberapa lokasi diantaranya di Kampung Jering dan Desa Hatta STA 008 oleh PT Dahana untuk proses pembangunan Jalan Tol Sumatera. Sistem peledakan di beberapa perbukitan yang tidak bisa diratakan menggunakan alat berat terlebih dahulu diberitahukan kepada warga sebelum diledakkan. Peledakan dilakukan untuk proses meratakan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan jalan tol Sumatera.


Salah satu pengawas dari PT Dahana, Agus mengungkapkan, pengerjaan proses peledakan sejumlah perbukitan untuk perataan jalan tol dilakukan oleh salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa konstruksi di sektor peledakan (blasting service),PT Dahana (Persero).

“Kita selalu memasang peringatan berupa bendera bertanda merah dan kendaraan yang disiagakan untuk memberi himbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan untuk menghindari hal hal tak diinginkan” ungkap Agus saat dikonfirmasi media Cendana News, Senin (29/8/2016)

Peledakan beberapa titik di Bakauheni yang merupakan wilayah perbukitan merupakan kontrak kerjasama yang dilakukan antara PT Dahana dan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor paket 1 ruas dari Bakauheni hingga Sidomulyo.

Ia mengungkapkan untuk proses peledakan beberapa bukit di Lampung PT Dahana menggunakan bahan peledak Danfo dan Dayagel Magnum serta Dayanet Nonel sebagai detonatornya. Sebelum proses kegiatan drilling-blasting dan kegiatan sosialisasi secara intensif dan dilakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar mengenai kegiatan peledakan untuk kelancaran pembangunan tol Sumatera tersebut.


Pembangunan ruas tol Sumatera ini dilakukan konsorsium BUMN diantaranya PT Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan pimpinan proyek. Kemudian PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya serta PT Adhi Karya sebagai anggota konsorsium melalui skema penugasan.

Sebelumnya proses peledakan sempat mengakibatkan protes beberapa warga di Desa Kelawi dan Bakauheni akibat rumah yang ditinggali retak-retak. Meski demikian PT Dahana melalui Pemerintah Kecamatan Bakauheni melakukan kompensasi dengan memberikan bantuan berupa bahan bangunan untuk memperbaiki kerusakan akibat dampak peledakan.

Pantauan media Cendana News selama proses peledakan pengendara kendaraan dari dua arah Jalan Lintas Sumatera arah Bakauheni menuju Bandar Lampung dan sebaliknya harus berhenti. Penghentian arus kendaraan terutama dilakukan di ruas Jalinsum Desa Hatta tepatnya di STA 007 akibat lokasi Jalinsum harus dibuat terowongan dan jalan kendaraan dialihkan ke jalan rigid. Suara ledakan cukup keras hampir selama enam kali terdengar dan mengakibatkan getaran di dinding dinding rumah warga.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: