JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

SOLO --- Sebanyak 45 seniman di Jawa Tengah, akan memamerkan karya lukisan terbaiknya pada 20 - 27 Agustus 2016, di nest.co.logy, Jl. Tambora 5 A Candisari Semarang. Sebanyak 80 hasil karya para seniman di Jateng itu akan dilelang dan hasilnya akan didonasikan untuk mendukung pendampingan anak berhadapan hukum yang selama ini dilakukan Sahabat Kapas, LPA Klaten, dan Yayasan Setara Semarang.


“Pameran untuk anak berhadapan hukum (ABH) ini bertajuk "One Heart for Second Hope".  Ini karena pameran ini wujud kepedulian para seniman  dan masyarakat terhadap isu perlindungan anak di Jawa Tengah,” ucap Apriliani Kusumawati salah satu pengurus Sahabat Kapas, seperti dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Jumat siang (19/8/16).

Dijelaskan Apriliani, yang menarik dalam pameran lukisan ini adalah seluruh hasil karya para seniman di Jawa Tengah ini berbahan dari kopi. Pemilihan bahan dasar kopi memiliki alasan tersendiri, karena warna ampas kopi yang terkesan kelam ternyata dapat digunakan sebagai medium untuk menghasilkan lukisan yang indah. 

“Perubahan kesan kelam menjadi indah inilah yang diharapkan terjadi pada anak-anak berhadapan hukum yang menjadi tema besar dari pameran tersebut,” terangnya.


Hasil penjualan lukisan ini, lanjutnya, akan didonasikan untuk mendukung pendampingan anak berhadapan hukum yang selama ini telah dilakukan oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Seperti Sahabat Kapas - Solo, LPA – Klaten, dan Yayasan Setara – Semarang. Selama ini, Sahabat Kapas, Yayasan Setara, LPA Klaten dan telah melakukan pendampingan anak berhadapan hukum di wilayah Jawa Tengah dengan di dukung oleh UNICEF.

“Kegiatan pendampingan ini diharapkan memberikan manfaat bagi anak sehingga anak mampu bangkit dari keterpurukan dan memiliki semangat tinggi untuk menggapai masa depan yang cerah,” ungkapnya.

Untuk Sahabat Kapas sendiri juga akan memerkan foto-foto tentang kehidupan anak-anak di dalam Rutan, Lapas Klaten dan LPKA Kutoarjo. Sebab, sejauh ini Sahabat Kapas menjadi salah satu lembaga yang konsisten memberikan layanan bagi anak berhadapan hukum sejak tahun 2009.  


“Untuk anak-anak binaan di lapas/rutan dan LPKA Kutoarjo karya mereka berupa foto dan kartu pos  bisa juga dijumpai selama pameran tersebut,” tambahnya.

Pameran ini sendiri rencananya akan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada Sabtu, 20 Agustus 2016 pukul 19.00 WIB. Masyarakat dihimbau untuk ikut berpartisipasi dalam upaya kreatif  demi mendukung rehabilitasi dan menghapus stigma negative anak yang berhadapan dengan hukum. Sebab, dibalik apa yang mereka alami saat ini, masih ada asa dan cita-cita positif untuk berkarya di tengah masyarakat. 

“Setiap tamu undangan, termasuk Gubernur Jateng, akan mendapatkan sebuah tas kecil berisi kartu pos, pembatas buku dan slayer batik tie dye. Sejumlah Souvenir ini merupakan karya anak yang berada di rutan Klaten,” pungkasnya.  (Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: