RABU, 3 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk Indonesia patut berbaga atas prestasi yang diraih salah satu putra asal Ampenan, Kota Mataram, NTB, Mufid Hafid mendapat penghargaan dari museum nasional Taiwan, sebagai film pendek terbaik tentang film pendek buruh migran.


Mufid mendapatkan penghargaan tersebut pada ajang lomba film pendek tentang buruh migran yang diselenggarakan pemerintah Taiwan, dengan tema 2nd Imigrant and Migrant Short Film Awards untuk kategori film pendek terbaik, di Museum Nasional Taiwan.

Mufid yang baru saja menyelesaikan gelar Masternya telah berhasil menginspirasi banyak orang dengan karya film pendeknya yang berjudul “Pilihan”.

"Film tersebut berkisah tentang seorang ibu yang patah hati karena terpaksa harus berpisah dengan anak dan suami tercinta untuk meraih mimpinya sebagai buruh migran" Direktur Global Worker’s Organization(GWO), Hsu Jui Hsi melalui rilis yang dikirim Humas Pemprov NTB, Rabu (3/8/2016).

Dikatakan, The 2nd Imigrant and Migrant Short Film Awards sendiri menyelenggarakan penganugerahan yang dilaksanakan di Musem Nasional Taiwan, dengan menghadirkan berbagai film pendek, yang bercerita tentang kehidupan buruh migran, serta memperkenalkan kekhasan dan Taiwan dari sudut pandang orang asing.

Hal tersebut juga untuk mendorong masyarakat Asia Tenggara menyampaikan hak serta menarik perhatian publik atas kondisi mereka, GWO meluncurkan Immigrant and Migrant Short Film Awards tahun 2015, dan selanjutnya tahun 2016 kembali menyelenggarakan, termasuk lokakarya pelatihan jurnalis gratis di Taichung, Yunlin dan Kaohsiung.

"Melalui pelatihan tersebut, harapannya, akan bisa melahirkan karya yang lebih baik dan berkualitas, terutama film - film tentang kemanusiaan" pungkasnya.

Film berjudul pilihan sendiri dibuat dengan beranggotakan Mohammad Ayub Angga Direja, Mufid Hafid, dan Fahnurrieski Hidayat Tawaqal, di bawah nama NYALE Project. Mereka menjelaskan NYALE merupakan nama sejenis cacing yang hidup di Pulau Lombok-Indonesia, daerah asal Mufid.

Dengan membuat film, Mufid Hafid dan kawan-kawan ingin menginspirasi banyak orang di negerinya untuk meraih mimpi mereka.(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: