RABU, 10 AGUSTUS 2016

BALI---Kepala Bidang Penguatan Jejaring pada Asdep Pengembangan Bisnis dan Pemerintah Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Hidayat menuturkan, wisata Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) memiliki potensi yang begitu besar mendukung pariwisata Indonesia. Hanya saja, ketiadaan database menyebabkan kementerian belum mengetahui pasti berapa prosentasi sumbangsihnya. 


"Potensi besar, tapi yang tercatat baru 7 persen saja. Sangat kecil," kata Hidayat di sela Rapat Koordinasi Bidang MICE Lintas Kementerian dan Lembaga‎ di Kuta, Bali, Rabu (10/8/2016).

Ia juga menyebutkan, dalam rapat koordinasi tersebut terdapat 21 kementerian dan 7 lembaga‎. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk mengedukasi mereka apa itu MICE, apa saja spek-nya, bagaimana mendorong agar wisata MICE ini maju. Banyak kementerian sudah melakukan MICE tapi tidak faham.

Menurut dia, ketidaktahuan kementerian apa itu wisata MICE merupakan kendala bagi institusinya untuk mendata berapa banyak MICE digelar di Indonesia. ‎Padahal, sektor MICE menjadi varian dari sektor pariwisata yang potensial menyumbangkan kontribusi besar.‎ 

"Sektor MICE ini menjadi varian dari sektor wisata tersendiri. Selama ini kan yang dominan itu kan even yang sifatnya budaya dan bahari," ungkapnya.

Hidayat berharap sektor MICE mampu terus terdongkrak untuk memberikan kontribusi bagi target 20 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2019. 

‎"Angka 7 persen terlalu kecil. Kami menargetkan pertumbuhan MICE mencapai 10 persen di tahun 2019. Tahun ini pemerintah menargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 260 juta pergerakan wisatawan Nusantara," tutup dia.

Data terakhir di International Congress and Convention Association (ICCA), Indonesia berada di posisi 42 dunia dan berada di rangking 12 untuk kawasan Asia Pasifik. Sampai dengan tahun 2019, Indonesia menarget 150 even pertahun.
[Bobby Andalan]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: