RABU, 3 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori resiko tinggi, sehingga nantinya mereka rentan terserang apabila berada di tempat yang mengalami perubahan iklim dari sebelumnya. Sehingga harus bisa menjaga ketahanan tubuh dengan cara melakukan vaksinasi agar tidak mudah diserang penyakit.

Dwi Ratnani, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.
Dari total sebanyak 454 orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal ujung timur Pulau Madura pada tahun 2016 ini, ternyata yang masuk kategori resiko tinggi mencapai 205 orang. Maka sangat perlu diantisipasi sejak dini supaya pada saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci nantinya tidak mudah terserang penyakit, sehingga perjalanan ibadahnya dapat berjalan lancar sesuai harapan.

“Jadi Calon Jamaah Haji (CJH) yang masuk kategori resiko tinggi di daerah ini hampir mencapai 50 persen, sehingga itu perlu diantasipasi sejak dini dengan cara diberi vaksin. Agar mereka ketika berada di tanah suci Mekkah nanti tidak rentan terserang penyakit, supaya selama menjalankan ibadah haji dapat berjalan lancar,” kata Dwi Ratnani, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Rabu (3/8/2016).

Disebutkan, bahwa dari diantara ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) yang masuk kategori resiko tinggi masih terdapat 30 orang yang direkomendasikan untuk mendapat pendampingan dari tim kesehatan yang ikut mendampingi selama menunaikan ibadah haji. Maka tim kesehatan tersebut selalu mengawasi dan mengontrol kondisi kesehatan para jamaah, agar bisa memastikan mereka dalam keadaan sehat maupun sakit.

“Penyebab banyaknya Calon Jamaah Haji (CJH) yang memiliki resiko tinggi karena faktor umur, sebab kebanyakan dari calon jamaah tersebut usia sudah tua. Tetapi ada juga sebagian yang memang memiliki catatan medis sedang mengidap penyakit,” jelasnya.

Meskipun dari sekian banyak para Calon Jamaah Haji (CJH) yang memiliki resiko tinggi, namun tak ada satupun tidak ada satupun yang menyatakan gugur, sehingga semua merasa siap untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan pihaknya juga telah selesai melakukan vaksinasi menginitis guna mencegah terkena penyakit menginitis. (M. Fahrul) 
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: