SABTU, 6 AGUSTUS 2016

JAYAPURA --- Dalam usia ke 69 tahun, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tengah mendesain program ‘Patria’ mengajar selama setahun. Program ini akan melibatkan ratusan kader-kader PMKRI untuk terjun ke pelosok-pelosok kampung di Provinsi Papua dan Papua Barat.


“Kami akan undang seluruh kader-kader PMKRI dari setiap daerah di Indonesia dan telah menyelesaikan kuliahnya di perguruan-perguruan tinggi, biarkan mereka mengabdi setahun di Papua dan Papua Barat untuk mengajar,” kata Ketua Presidium PP PMKRI, Angelo Wake Kako di Kota Jayapura, Sabtu (6/8).

Ia mengaku program Patria ini akan menurunkan ratusan kader se-Indonesia dan akan bersentuhan langsung ke persoalan yang ada di masyarakat seperti bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan lainnya.

“Di PMKRI kami banyak kader yang sudah lulusan sarjana di perguruan tinggi dan masih menjadi anggota PMKRI, sehingga itulah yang akan kami manfaatkan. Dan kami turunkan dengan batas waktu setahun, tak lebih. Artinya bukan imigrasi, mereka hanya mengajar,” tuturnya.

Pihaknya berharap ada kerjasama dengan pemerintah provinsi Papua maupun Papua Barat, lanjutnya bertujuan untuk menerjunkan kadernya selama setahun berada di kampung dan distrik di dua provinsi Bumi Cenderawasih. 

“Mereka terlibat mengajar tentang pola hidup sehat, mengajar anak-anak yang putus sekolah, juga mengajar pertanian, ini kami lagi desain kerangkanya nantinya di aplikasikan,” urainya.

Tujuan lainnya adalah, lanjut Angelo, akan terjadi tukar menukar informasi antara pengajar dan masyarakat, nantinya akan diajarkan pengetahuan yang telah didapat oleh kader-kader PMKRI.

“Ini dalam jangka panjang supaya pertumbuhan ekonomi Papua segera naik, dan ini adalah satu gerakan PMKRI yang riil. Dan perlu diingat bahwa ini hanya memberikan ruang belajar kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua,” ujarnya. (Indrayadi T Hatta)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: