RABU, 31 AGUSTUS 2016

PONOROGO --- Sebanyak 539 kasus tilang kini tengah ditangani oleh Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo dan didominasi oleh pelajar, baik dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Sidang yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB berakhir pada pukul 12.00 WIB.


Hakim yang melakukan sidang tilang, Lenny Kusuma menjelaskan, ada pelajar kelas 1 SMP dengan usia 13 tahun sudah membawa motor ke sekolahnya. Alhasil saat ada razia, siswa tersebut terjaring razia.

"Seharusnya tidak boleh, ada tanggung jawab sebagai orang tua," jelasnya saat ditemui Cendana News di PN Ponorogo, Rabu (31/8/2016).

Saat proses sidang pun terlihat banyak pelajar yang memakai seragam. Tak jarang pula banyak orang tua yang mewakili anaknya untuk mengikuti jalannya sidang.

"Tadi yang ikut sidang ibunya, siswa yang usianya 13 tahun tidak ikut. Mungkin sedang sekolah," paparnya.

Siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak seharusnya dibiarkan membawa kendaraan pribadi. Mengingat bahayanya saat berada di jalan.

"Usia remaja rentan dan labil saat mengendarai motor itu sebabnya harus sudah usia 17 tahun dan memiliki SIM baru bisa membawa kendaraan pribadi," cakapnya.

Salah satu pelajar yang tidak mau disebutkan namanya menambahkan dia dengan sengaja harus membawa motor. Karena jarak antara sekolah dan rumahnya jauh.

"Tidak ada angkutan dan orang tua saya kerja ke luar negeri, saya ikut nenek jadi terpaksa bawa motor sendiri," tandas siswa kelas 2 SMP ini yang terkena tilang karena tidak memiliki SIM.

Pelajar 14 tahun ini mengaku kapok dan tidak akan mengulangi lagi. Meski persidangan sudah berjalan dari pagi hari, pelajar ini mengantri selama 3 jam untuk menjalani proses sidang. 

"Mungkin karena banyak jadinya antri lama," pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: