SENIN, 15 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Tim gabungan dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni melakukan operasi kepatuhan di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.


Operasi kepatuhan dilakukan menurut penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) BKP Bakauheni Wilker Bakauheni, Buyung Hadiyanto, dilakukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang diduga menjadi media pembawa hama penyakit hewan karantina. Puluhan kendaraan yang diperiksa merupakan kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni dan kendaraan yang turun dari Pelabuhan Merak Banten.

Operasi bulanan yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian tersebut menurut Buyung Hadiyanto dilakukan secara rutin untuk mencegah lalulintas komoditas pertanian dan hewan yang menggunakan kendaraan pengangkut melalui kendaraan roda empat melalui kapal laut. Berdasarkan catatan puluhan kendaraan yang dihentikan diantaranya kendaraan jenis truk,

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan tanpa kecuali yang kita curigai membawa komoditas hasil pertanian tanpa dokumen yang akan dilalulintaskan” ungkap Buyung Hadiyanto saat dikonfirmasi media Cendana News di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni, Senin (15/8/2016)


Operasi kepatuhan merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan melibatkan kepolisian, Kementerian Kelautan dan perikanan serta Balai Karantina Pertanian.  Ia mengungkapkan secara garis besar tugas karantina dalam operasi kepatuhan tersebut merupakan tugas pokok dan fungsi balai karantina. Selain itu operasi kepatuhan dilakukan dalam upaya peningkatan pengawasan lalu lintas media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) antar Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

Pelaksanaan Operasi kepatuhan tersebut juga mengacu pada UU nomor tahun 1992 tentang karantina pertanian. Operasi kepatuhan dilakukan menurut Bambang untuk menghindari penularan atau penyebaran penyakit flu burung serta penyakit yang diakibatkan hewan atau tumbuhan serta mencegah pengoplosan komoditas ilegal di pasar seperti halnya daging celeng ilegal.

Pelaksanaan razia dilakukan dengan cara menghentikan berbagai jenis kendaraan terutama bus, truk asal Pulau Sumatera dan Pulau Jawa berhasil memeriksa beberapa kendaraan. Hasilnya petugas menemukan kendaraan yang di dalamnya membawa satwa jenis burung dan ayam tanpa disertai dokumen.

Operasi kepatuhan yang digelar sejak pagi hingga siang dan akan dilakukan hingga malam hari berhasil menemukan sebuah kendaraan bernomor polisi BE 2496 J berwarna metalik yang di dalamnya membawa beberapa penumpang dan di dalamnya terdapat 4 ekor ayam jenis bangkok,2 ekor burung parkit, 2 ekor burung love bird.


“Kita hanya melakukan penindakan dengan meminta pemilik burung dan ayam tersebut untuk membuat surat karantina sesuai yang dipersyaratkan dan memberi himbauan agar membawa satwa dengan dokumen,” ungkap Buyung Hadiyanto.

Upaya mencegah lalulintas komoditas pertanian diantaranya pelepasliaran satwa tak dilindungi berupa burung berhasil digagalkan sekitar 600 ekor burung berkicau beberapa jenis diantaranya burung pleci,burung ciblek serta ratusan ekor burung lainnya yang dibawa menggunakan bus DAMRI. Ratusan ekor burung yang dibawa tanpa dokumen dan akan dibawa dari Pringsewu menuju Jakarta tersebut langsung dilepasliarkan karena dibawa tanpa dokumen.

Buyung mengaku akan terus melakukan razia rutin di pintu masuk pelabuhan Bakauheni untuk mencegah pengiriman komoditas pertanian yang dikirim tanpa dokumen yang dipersyaratkan.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: