SENIN, 22 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Pembongkaran median jalan yang berada di Tugu Juang Bandar Lampung tepatnya di Jalan Kartini disambut positif oleh sebagian masyarakat sebab lokasi yang semula ditutup dengan median jalan tersebut kini telah dibuka. 


Pembangunan median jalan yang ada di dekat tugu juang tersebut selama hampir enam bulan sejak dibangun mengakibatkan warga yang hendak menuju ke stasiun Tanjung Karang serta pusat perbelanjaan harus memutar lebih jauh sehingga pembongkaran median membuat kendaraan tak harus memutar melewati plaza kantor Pos. Hal serupa terjadi pada median jalan tepat di pertigaan ruas Jalan Kartini-Jalan Teuku Umar di depan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSDUAM) yang dibongkar.

Salah satu pengguna jalan, Aji, mengaku awalnya tidak mengetahui pembongkaran median jalan tersebut bahkan dirinya masih mengikuti arus menuju arah RSDUAM untuk berbalik menuju ke arah stasiun kereta api Tanjung Karang. Meski demikian ia mengaku dengan pembongkaran dua titik median jalan tersebut jarak tempuh untuk menuju beberapa lokasi akan lebih singkat dibandingkan sebelumnya yang harus mengikuti arus jalur satu arah dengan jarak tempuh yang jauh.

"Selama enam bulan ini saya hampir setiap hari harus melewati jalur satu arah ini dan dalam kondisi macet parah bisa rugi waktu setengah jam, namun dengan dikembalikannya jalur seperti semula sehingga bisa memutar membuat saya bisa menghemat waktu," terang Aji saat dikonfirmasi media Cendana News di Jalan Kartini, Senin (22/8/2016).

Ia mengaku upaya pemerintah pusat membenahi arus lalu lintas yang sering macet di wilayah tersebut merupakan tindakan tepat sebab selama ini sepanjang jalan Kartini merupakan jalur sangat rawan macet. Kemacetan semakin diperparah dengan adanya penerapan jalur satu arah sementara limpahan kendaraan terjadi dari tiga penjuru yang bertemu di sekitar tugu juang. Upaya rekayasa lalu lintas telah dilakukan namun kebijakan tersebut justru semakin menambah kemacetan yang tak terhindarkan sehingga Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub melakukan kajian ulang pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut.

Pembongkaran median jalan setinggi beberapa centimeter dengan panjang belasan meter sebelumnya memgakibatkan pengendara kendaraan berbagai jenis harus berjalan memutar lebih jauh hingga pembongkaran dilakukan. Pembongkaran median jalan merupakan buntut dari surat perintah bernomor AJ.401/II/X/ORJD/2016 yang langsung ditandatangani Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar meski sebagian belum dilakukan sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung.


Dalam surat tersebut isinya memerintahkan Pemerintah Kota Bandar Lampung membongkar sebagian taman di Tugu Juang dan memfungsikan kembali area traffic control system (ATCS) yang merupakan salah satu aset Kemenhub.  Meski demikian sebagian taman tersebut belum dibongkar mengacu pada perintah tersebut. Sebab berdasarkan surat No.401/II/X/ORJD/2016 terdapat tiga poin penting yang harus dilaksanakan di ruas jalan nasional sesuai dengan data dari Kemenhub yang ada di wilayah kota Bandarlampung. Tiga poin penting surat tersebut diantaranya, mengembalikan akses jalan dari Jalan Kartini menuju Jalan Raden Intan dan Jalan Kotaraja dengan melakukan pembongkaran taman yang ada, memfungsikan kembali akses jalan menuju RSUDAM dan Jalan Teuku Umar yang ditutup sebagian, mengoperasikan kembali sistem area traffic control system yang merupakan aset Kemenhub.

Meski demikian sebagian masyarakat diantaranya para pengendara angkutan perkotaan (Angkot) mengaku masih perlu dilakukan formula khusus untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah terjadi di sekitar Jalan Kartini dan Kotaraja. Salah satu pengurus dan angkot, Ahmad, mengaku pemerintah kota Bandar Lampung perlu melakukan langkah jangka panjang diantaranya dengan membuat jalan fly over yang berasal dari Jalan Kartini hingga menuju ke RSUDAM atau arah ke Stasiun Tanjung Karang.

"Kami selama ini dianggap sebagai salah satu biang kemacetan karena angkot harus menunggu penumpang dengan cara mengetem di sekitar pasar Bambu Kuning dan harus main kucing-kucingan dengan petugas agar tidak diusir," ungkap Ahmad.

Paska pembongkaran median jalan di beberapa titik, langkah rekayasa lalu lintas direncanakan akan dilakukan ulang setelah melakukan kajian serta pembahasan yang dilakukan oleh Pemerintah provinsi Lampung. Penjabat Sekretaris Provinsi Lampung, Sutono, bahkan mengungkapkan pembahasan terkait rekayasa ulang akan segera dilakukan pada pekan ini. Ia mengaku sementara mengacu pada perintah Kemenhub maka pembongkaran median jalan harus dilakukan dan pemberlakuan rekayasa lalu lintas masih akan dibahas oleh berbagai instansi terkait.

Pantauan Cendana News, meski sudah dilakukan pembongkaran median jalan namun kemacetan belum juga terurai khususnya di Tugu Juang yang mengarah ke Kota Raja dari Jalan Kartini dengan lebar pembongkaran median jalan yang hanya sepanjang 5 meter lebih. Sebagian pengendara kendaraan bermotor bahkan mengakibatkan kemacetan makin parah karena harus membelok ke arah kanan sementara dari arah Jalan Kartini arus terjadi merupakan tumpahan dari putaran jalan di lorong King serta pasar Bambu Kuning. Kemacetan juga terjadi di depan RSDUAM saat lampu lalu lintas menyala dengan pengguna kendaraan yang kurang mematuhi aturan lalu lintas dan memutar ke arah jalan berlawanan.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: