RABU, 10 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Sebuah relief jalan salib di Komplek Sendang Sriningsih Gua Maria Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, dirusak orang tak dikenal. Perusakan itu ditengarai dilakukan oleh oknum tertentu yang merasa jengkel dan tak ingin umat Kristiani merasa tenang beribadah di Sendang Sriningsih.

Relief yang diduga dirusak orang
Kerusakan relief di Perhentian X rute jalan salib, terjadi pada bagian kepala relief seorang perempuan yang digambarkan sedang melepas baju Yesus Kristus saat hendak disalib. Kawasan relief di Perhentian X itu dalam keseharian memang sepi, jarang dilewati pengunjung karena medan jalannya yang jauh dan menanjak.

Kepala Paroki Dalem, Klaten, Jawa Tengah, yang membawahi tempat ibadah Sendang Sriningsih, Romo Cahyo Handoko, ditemui di lokasi kerusakan Rabu (10/8/2016), menjelaskan, rusaknya relief di Perhentian X itu dipastikan karena kesengajaan. Bagian kepala relief yang menggambarkan seorang ibu sedang melepas baju Yesus pecah sebagian seperti bekas dipukul dengan benda keras.

Romo Cahyo Handoko Kepala Paroki Dalem, Klaten, Jawa Tengah
Romo Koko, demikian sapaan akrabnya, mendapatkan laporan kejadian itu dari petugas jaga di Sendang pada Selasa sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat yang hampir bersamaan, Romo Koko juga mengaku mendapat laporan serupa yang terjadi di tempat ibadah di Gondang, Klaten, Jawa Tengah berupa dua buah patung Bunda Maria dan Patung Yusuf, dan kerusakan lain di tempat ibadah di Desa Mayungan, Klaten. Karenanya, Romo Koko meyakini jika kerusakan itu disengaja oleh seseorang.

Meski akibat kerusakan itu tak menimbulkan kerugian materi yang berarti, Romo Koko mengatakan, dampak psikologis bagi para umat cukup besar. Karenanya, Romo Koko berharap agar pelaku bisa segera ditangkap dan diketahui motif sesungguhnya. 

"Kami juga tetap menghimbau agar para umat tetap tanang, namun waspada menjaga lingkungan", pungkasnya. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: