SABTU, 27 AGUSTUS 2016

Lombok --- Isu rencana kenaikan harga rokok oleh pemerintah dinilai petani tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap harga tembakau akan naik atau mahal, harga tembakau justru cendrung anjlok dan tidak sesuai harapan petani.


Jumahir, petani tembakau Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan, harga tembakau setiap tahun tidak pernah mengalami kenaikan, tetap saja berada di kisaran 150 sampai 200 ribu perkwintal, bahkan sekarang turun menjadi 100 ribu perkwintal.

"Jadi mau harga rokok naikpun, tidak akan membuat harga tembakau petani naik,  yang ada justru menurun drastis" kata Jumahir di Lombok Tengah, Sabtu (27/8/2016).

Nurjannah, petani tembakau lain mengaku pasrah dengan harga tembakaunya yang dinilai dibeli sangat murah oleh para pengepul, tapi dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Ia mengatakan, tembakau kalau sudah memasuki musim panen, setiap tiga atau seminggu sekali akan terus dipanen, kalau tidak, akan banyak yang rusak, daripada rusak, lebih baik dibayar murah yang penting ada yang membeli.

"Kalau ditanya rugi, sebenarnya jelas petani rugi, harga sekarang belum sebanding dengan biaya dikeluarkan dari proses penanaman, perawatan hingga panen sekarang" ungkapnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: