SENIN, 22 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Sejumlah Anggota DPR berencana untuk membuat RAPBN 2017 Alternatif/ tandingan. Pasalnya, Penjelasan RAPBN yang ditawarkan Pemerintah dalam pernyataan Nota Keuangan pada sidang tahunan MPR tersebut, tidak realistis.


Menanggapi rencana RAPBN Tandingan tersebut, Anggota Komisi III Arsul Sani menghimbau agar para anggota dewan lebih fokus mengkritisi rancangan APBN 2017 itu dalam pembahasan bersama DPR RI nanti.

“Ya, saya kira lebih baik anggota dewan yang tak setuju itu mengkritisi saja nanti dalam pembahasan dengan Menteri Keuangan,” ujar Arsul, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Dikatakan, hak budgeting yang dimiliki Setiap anggota DPR mestinya digunakan sebaik-baiknya dalam rapat dengan jajaran pemerintah untuk menyikapinya.

Namun, Arsul menilai wacana RAPBN tandingan oleh sejumlah anggota dewan tersebut, merupakan hal yang tidak bertentangan dengan ketentuan apapun.

Lebih jauh, Ia menyampaikan bahwa untuk membuat RAPBN 'tandingan' tentu sah, dan itupun bisa digunakan sebagai bahan bagi fraksi-fraksi membangun kesepahaman posisi DPR dalam pembahasan RAPBN 2017 nanti.

"Jadi saya sarankan agar para dewan lebih memberikan kritik yang efektif dalam pembahasan RAPBN 2017," pungkasnya.
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: