JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Ribuan warga kota Maumere memadati jalan-jalan utama yang dilewati barisan karnaval sejak pukul 13.30 WITA. Mereka terlihat antusias menyaksikan aneka mobil hias dan parede yang ditampilkan.


Rombongan karnaval diawali dengan mobil pembawa lambang garuda Pancasila berukuran tinggi sekitar 2 meter yang diikuti mobil yang membawa logo kabupaten Sikka.

Dibelakangnya berbaris 17 anggota Paskibraka membawa bendera Merah Putih serta dikuti rombongan peserta.

Karnaval yang berlangsung memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 ini diikuti 50 rombongan yang berasal dari SMA dan SMK se kabupaten Sikka,SKPD,BUMN dan BUMD.

Selain itu turut berpartisipasi lembaga sosial kemasyarakatan. Lembaga kursus pendidikan swasta, organisasi dan lembaga olahraga seperti tempat fitnes dan kelompok suporter Persami Mania.


Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera saat melepas rombongan di lapangan Kota Baru Maumere mengatakan, karnaval ini dilakukan guna menunjukan kebhinekaan masyarakat Indonesia.

“Meski berbeda kita tetap dalam bingkai persatuan dan kesatuan,”tuturnya.

Semua elemen pinta Ansar sapaannya, baik masyarakat maupun pemerintah dan segala lembaga swasta bergerak bersama membangun negeri yang sangat dicintai khususnya kabupaten Sikka dan NTT.

Menempuh jarak sekitar 3.5 kilometer, barisan terakhir peserta karnaval tiba di kantor bupati Sikka sekitar pukul 19.30 wita.Rata-rata rombongan SMA dan SMK terdiri atas 200 sampai 300 peserta.

Selain menampilkan drum band dan penari,juga ada barisan Bhineka Tunggal Ika yang terdiri dari peserta yang berpakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia,

Juga ada barisan kelopok profesi yang diikuti peserta berpakaian sesuai profesi yang ada di masyarakat dimana semua peserta juga membawa pekerjaan sesuai profesi masing-masing.

Selain itu ada juga kelompok penari yang juga selalu menari di beberapa titik perempatan dan pertigaan jalan. Ada juga mobil yang berisi band dilengkapi penyanyi yang selalu mendendangkan lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah.

“Kami sangat senang menyaksikan karnaval yang diadakan setahun sekali.Kegiatan yang sudah lama tidak dilakukan ini sangat menghibur masyarakat,” kata Yosephina Erni salah seorang warga Maumere.

Erni yang ditemui Cendana News di jalan El Tari Maumere mengaku datang menyaksikan karnaval bersama dua anaknya dimana anak lelaki kecilnya masih berumur 3 tahun sangat senang menonton karnaval.

“Dulu kalau zaman orde baru selalu diadakan pameran pembangunan dan karnaval,Ini bagus agar masyarakat ikut berpartisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan merasa memiliki dan mencintai negeri ini,”pungkasnya.

Salah satunya, mobil yang dimodifikasi berbentuk pesawat yang diikutsertakan dalam karnaval sangat menyita perhatian warga. Banyak diantara mereka yang tertegun bahkan beranjak maju menutupi jalan yang dilewati.

“Kami ingin menampilkan sesuatu yang menjadi ciri khas bandara Frans Seda dan ini merupakan partisipasi kami bersama semua maskapai yang singgah di Maumere,” ujar Kepala bandara Frans Seda, Yohanes R.Keraf.

Ia mengaku tertarik berpartispisi dan menampilkan replika pesawat agar menarik minat masyarakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap bandara ini.

“Ini juga bentuk partisipasi kami dalam memeriahkan peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI dengan ikut berpartisiapsi dalam karnaval ini,” tuturnya.

Selain mobil yang dimodifikasi berbentuk pesawat berukuran panjang 3 meter, juga terdapat sebuah replika kapal laut berukuran 2,5 meter yang ditampilkan SMK Pelayaran Yapenrais Maumere.
[Ebed De Rosary]




Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: