SABTU, 20 AGUSTUS 2016

SOLO --- Ribuan warga memadati sepanjang jalan protokol Kabupetan Klaten, Jawa Tengah, untuk menyaksikan gelaran Klaten Lurik Carnival (KLC) 2016. Beragam kostum unik dan menarik yang berbahan baku kain lurik, mewarnai karnaval yang menjadi salah satu ikon seni budaya di Kabupaten tersebut.


Kepala Dinas Pariwisata Klaten Joko Wiyono mengatakan, Klaten Lurik Carnival yang digelar kali kedua ini diikuti 46 kontingen. Kontingen berasal dari tim Kecamatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perwakilan sekolah, rumah sakit dan instansi penegak hukum. 

“Klaten Lurik Carnival ini kami proyeksikan menjadi salah satu ikon seni budaya unggulan di Kabupaten Klaten,” ujarnya kepada awak media, Sabtu siang (20/8/16). 


Dikatakan lebih lanjut, Klaten Lurik Carnival berlangsung sangat meriah. Masing-masing tim menampilkan kreasi busana dengan apik yang berbahan lurik khas Klaten.  Adanya lurik carnival in imampu menyedot perhatian ribuan warga. Warga banyak yang ingin mendekat untuk mengambil foto dengan peserta lurik carnaval.

”Antusias masyarakat Klaten sangat bagus, dengan tumpah ruah di sepanjang jalur utama kota Klaten,” ungkapnya. 

Selain dari kalangan Ppemerintahan, peserta KLC juga datang dari instansi rumah sakit di Klaten. Salah satunya Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH)  yang penampilan koreografi cara mencuci tangan yang benar mendapat perhatian masyarakat. 


“Ini dipimpin langsung Direktur RSCH. Enam langkah mencuci tangan yang benar menurut WHO ini dikemas apik dalam koreografi selama 20 detik,” terangnya.

Acara Klaten Lurik Carnival sendiri ditutup dengan penampilan masing-masing peserta yang melakukan pentas on the road sepanjang jalur utama kota  Klaten. (Harun Alrosid).
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: