KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

MALANG --- Angin sebagai salah satu sumber energi alternatif yang terbaharukan, namun dengan adanya berbagai macam alasan rupanya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Hal tersebut rupanya yang membuat Ricky Elson akhirnya mendirikan Lentera Angin Nusantara (LAN).


Menurutnya, sebenarnya di Indonesia sudah banyak penelitian-penelitian mengenai pengembangan energi angin ini bahkan penelitian tersebut ada dari Sabang sampai Merauke. Namun begitu ia juga tidak menampik bahwa di Indonesia ada masalah dengan energi angin seperti kecepatan angin yang berubah-ubah, arah angin yang sering berubah dan lokasi yang cukup jauh.

"Oleh sebab itu manusia harus bisa mengakalinya dengan teknologi,"jelasnya, Kamis (25/8/2016).

Ricky menceritakan, di Ciheras ia membuat gubuk penelitian bersama anak-anak muda. Di tahun pertama, ia bersama dengan anak-anak baru mendirikan tiga buah kincir angin.

"Tahun pertama kerjaan kita hanya mengamati kincir angin. Selama sekian kilo setiap tiga jam saya ajak mereka berdiri di bawah kincir untuk mengamati. Baru di tahun 2015 kita sudah bisa membangun seribu buah kincir dan sekarang sudah sering di datangi teman-teman mahasiswa dari seluruh Indonesia,"imbuhnya.

Dengan kondisi dan peralatan yang seadanya mereka sekarang mampu merancang generator dan juga bilah kincir.

"Di Ciheras dengan kondisi dan peralatan yang seadanya namun kita bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi negeri ini. Kita juga mempersilahkan bagi siapa saja yang ingin kita persilahkan, karena kita disana belajar bersama-sama,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: